Kisah Perang Khandaq dan Taktik Kemenangan Umat Islam atas Kaum Yahudi
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Syawal adalah Perang Khandaq, sebuah pertempuran besar yang mempertemukan umat Muslim dengan koalisi gabungan kaum kafir Makkah dan kelompok Yahudi. Perang ini berlangsung pada tahun kelima Hijriah, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Perang Khandaq, yang juga dikenal sebagai Perang Ahzab, merupakan salah satu ujian besar bagi kaum Muslimin dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan musuh. Pasukan musuh yang terdiri dari sekitar 10.000 orang mengepung Madinah, sementara kaum Muslimin yang jumlahnya jauh lebih sedikit hanya sekitar 3.000 orang.
Menurut catatan sejarah Islam, pemicu terjadinya perang Khandaq disebabkan seruan dan ajakan orang-orang Yahudi kepada beberapa kelompok dan pembesar suatu suku.
Mereka sangat emosi dan merasa sangat terhina ketika melihat kaum Muslimin semakin luar biasa dan semakin luas dalam menyebarkan agama Islam, mereka juga iri ketika melihat keuntungan yang selalu diraih umat Islam. Kaum Yahudi mulai membangun strategi, dengan cara melakukan konspirasi baru untuk mengumpulkan pasukan yang banyak, guna menyerang kaum Muslimin.
Rencana jahat itu terdengar oleh kaum Muslimin, dan disampaikan kepada Rasulullah, kemudian ia mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Dalam musyawarah itu, Salman Al-Farisi menawarkan sebuah gagasan cemerlang.
















