Ratusan Mantan Pejabat Mossad Desak Israel Hentikan Perang Gaza
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan mantan pejabat tinggi badan intelijen Israel, Mossad, menerbitkan petisi pada Minggu (13/4) malam yang menyerukan segera diakhirinya perang Gaza, serta memfasilitasi pembebasan para sandera yang masih ditahan kelompok Hamas.
Petisi ini menjadi bagian dari gelombang tekanan publik yang semakin besar terhadap Israel terkait konflik yang berkepanjangan di Jalur Gaza.
Dilansir harian Yedioth Ahronoth, petisi tersebut diprakarsai oleh mantan anggota Mossad, Gail Shorsh, dan ditandatangani oleh tiga mantan kepala Mossad, yalni Danny Yatom, Ephraim Halevy, dan Tamir Pardo.
Selain itu, puluhan mantan kepala dan wakil kepala departemen juga turut membubuhkan tanda tangan mereka. Total terdapat lebih dari 250 mantan pejabat Mossad yang menandatangani petisi itu.
Petisi ini merupakan yang kedua dalam 24 jam terakhir yang berasal dari lingkungan pasukan keamanan Israel, baik yang masih aktif maupun telah pensiun.
Gelombang protes internal di kalangan aparat keamanan Israel semakin menguat. Sejak Kamis lalu, setidaknya enam petisi telah diajukan oleh pasukan cadangan, perwira militer purnawirawan, dan para veteran dari berbagai cabang militer.

















