Kisah Rasul di Bulan Muharam: Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus Selama 3 Hari 3 Malam
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nabi Yunus Alaihissalam merupakan salah satu Nabi dan Rasul yang wajib diimani oleh umat Islam. Kisah Nabi Yunus ketika berdakwah kepada umatnya di Niniwe (sekarang masuk wilayah Irak) diabadikan dalam al-Qur’an.
Salah satu jalan cerita dari perjalanan dakwahnya yang disorot adalah ketika Nabi Yunus ditelan ikan paus hingga ia merasa kegelapan selama 3 hari 3 malam di dalam perut ikan.
Dikisahkan bahwa Nabi Yunus a.s meninggalkan mereka tanpa izin dari Allah. Tindakan ini dijelaskan dalam firman-Nya:
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
Artinya: (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan,” (QS Ash-Shaffat [37]: 140).
Di pantai, Nabi Yunus a.s menaiki kapal bersama sekelompok orang. Namun, kapal itu mendadak tidak bisa bergerak, berbeda dengan kapal lainnya.
Nabi Yunus pun menyadari bahwa kehadirannya menjadi sebab utama kapal itu berhenti. Ia menawarkan undian untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut, dan nama beliau keluar tiga kali berturut-turut.
Sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an:
"فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
Kemudian Yunus ikut undian dan dia termasuk orang-orang yang kalah,” (QS Ash-Shaffat [37]: 141).
Dengan penuh keikhlasan, Nabi Yunus ‘alaihissalam pun melemparkan dirinya ke laut, lalu ditelan oleh seekor ikan besar. Firman Allah:
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
“Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela,” (QS Ash-Shaffat [37]: 142).


















