Longsor di Papua Nugini tewaskan hingga 670 orang lebih. (Foto: Mohamud Omer/AP)
JAKARTA, (ERAKINI) - Bencana tanah longsor besar di Papua Nugini hingga Senin (27/5/2024) telah menewaskan 670 lebih dan 2.000 orang tertimbun sebagaimana dilansir dari Aljazeera, Selasa (28/5/2024).
Beberapa titik, tanah longsor yang terdiri dari batu-batu besar seukuran mobil, pohon tumbang, dan tanah yang bergolak-diperkirakan memiliki kedalaman 8 meter (26 kaki).
"Rumah-rumah tersebut tertimbun tanah hingga setinggi delapan meter. Jadi ada cukup banyak puing yang bisa digali," tutur direktur kelompok bantuan kemanusiaan CARE International untuk Papua Nugini, Justine McMahon, kepada televisi ABC pada Senin (27/5/2024) waktu setempat.
Badan-badan bantuan mengatakan bencana tersebut telah memusnahkan ternak, kebun pangan, dan sumber air bersih di desa tersebut.
Hujan semalaman di provinsi Enga, pulau Pasifik Selatan, pada hari Senin (27/5/2024) menimbulkan kekhawatiran bahwa berton-ton puing yang menutupi daerah tersebut dapat menjadi sangat tidak stabil, sehingga menghambat upaya penyelamatan.
Jalan utama di wilayah longsor tersebut terputus dan hanya helikopter menjadi satu-satunya cara untuk mengakses daerah yang terkena dampak. Meskipun kru darurat berada di lokasi, alat berat yang diperlukan untuk pencarian dan penyelamatan belum tiba, karena jalan utama masih terputus.
Dalam sebuah surat kepada PBB, Pusat Bencana Nasional PNG mengatakan tanah longsor tersebut “mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup dan menyebabkan kehancuran besar”.
PBB mengatakan jumlah kemungkinan kematian dapat berubah karena upaya penyelamatan diperkirakan akan terus berlanjut selama berhari-hari.
Organisasi Internasional untuk Migrasi telah memperkirakan jumlah korban tewas akibat tanah longsor besar-besaran di Papua Nugini (PNG) berjumlah lebih dari 670 orang hingga Minggu (26/5/2024).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Misi badan PBB di negara kepulauan Pasifik Selatan, Serhan Aktoprak yang dilansir Erakini dari Aljazeera, Senin (27/5/2024).
Ia mengatakan bahw jumlah korban tewas didasarkan pada perhitungan oleh pejabat desa Yambali dan provinsi Enga bahwa lebih dari 150 rumah telah terkubur akibat tanah longsor pada hari Jumat (24/5/2024).
"Perkiraan sebelumnya adalah 60 rumah. Mereka memperkirakan lebih dari 670 orang berada di bawah tanah saat ini,” kata Aktoprak.
Peralatan berat pengangkut tanah belum tiba di lokasi pegunungan 600 km (370 mil) barat laut Port Moresby.
Pihak berwenang pemerintah berusaha mendirikan pusat evakuasi di tempat yang lebih aman di kedua sisi tumpukan puing yang menutupi area seluas 3-4 lapangan sepak bola.
Pemerintah diperkirakan akan memutuskan pada hari Selasa (28/5/2024) apakah mereka akan secara resmi meminta lebih banyak bantuan internasional.
Amerika Serikat dan Australia, negara tetangga dan pemberi bantuan asing yang punya hubungan baik dengan PNG, termasuk di antara negara-negara yang secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk berbuat lebih banyak guna membantu para korban bencana.