Search

Kisah Eneng Kusnani, Satu-satunya Perempuan yang Pimpin Sektor 3 Daker Makkah PPIH Arab Saudi

MAKKAH, (ERAKINI) - Eneng Kusnani tak pernah menyangka akan mengemban tugas sebagai Kepala Sektor (Kasektor) 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah saat memutuskan mewakafkan diri melayani tamu-tamu Allah.

Eneng bahkan menjadi satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai kasektor di wilayah episentrum ibadah haji tersebut.

“Awalnya, saya sempat berpikir, mampu atau tidak,” ujar Eneng di Makkah, Sabtu (2/5/2026).

Namun, keraguan itu tidak berlangsung lama. Sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, ia berpegang teguh pada prinsip kedinasan.

“Yang namanya TNI, siap tidak siap, harus siap,” katanya.

Ini bukan pengalaman pertama Eneng dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada musim haji 2023, ia pernah bertugas di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi.

“Waktu itu saya bertugas di Seksus Nabawi,” ucapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya ia dipercaya memimpin sektor di Makkah. Selain itu, dari sisi kepangkatan di layanan perlindungan jemaah, Eneng termasuk personel perempuan paling senior.

Meski demikian, tanggung jawab barunya jauh lebih kompleks. Jika sebelumnya lebih fokus di lapangan, kini ia harus memahami seluruh aspek, mulai dari manajemen hingga persoalan detail jemaah.

“Di sektor, kita harus tahu dari manajemen sampai lapangan. Seluk-beluk masalah jemaah harus tahu sedetail-detailnya,” jelasnya.

Dengan pengalaman 28 tahun sebagai tentara, Eneng menilai keberhasilan tugas tidak hanya bergantung pada pemimpin, tetapi juga kekuatan tim. Ia menekankan pentingnya mengesampingkan ego dan membangun rasa kebersamaan.

“Kita semua di sini petugas, termasuk saya,” ujarnya.

Hal itu ia tunjukkan langsung saat kedatangan jemaah haji Embarkasi Makassar (UPG 3). Selain memberi arahan, Eneng juga turun tangan membantu jemaah lanjut usia turun dari bus.

Selama masa tugas sekitar dua bulan, ia berharap timnya dapat bekerja layaknya sebuah keluarga. Ia pun bersyukur mendapat dukungan dari para personel yang dinilai solid dan berpengalaman.

“Mereka semangat sekali dan sangat membantu saya,” katanya.

Dalam memimpin, Eneng menerapkan pendekatan yang seimbang antara kedekatan dan ketegasan.

“Untuk jadi pemimpin itu harus tarik ulur. Ada saatnya kita santai, tapi saat tugas kita harus serius,” ujarnya.

Meski mayoritas anggotanya laki-laki, hal itu tidak menjadi kendala baginya. Ia tetap menjaga wibawa tanpa menciptakan jarak berlebihan.

Disiplin menjadi fondasi utama yang terus ia tekankan, mulai dari apel pagi, ketepatan waktu, hingga kerapian berpakaian.

“Jangan sampai kita mencoreng nama Indonesia,” katanya.

Di tengah dinamika penyelenggaraan haji di Makkah, Eneng menjalankan perannya dengan tenang dan tegas, berlandaskan niat pengabdian kepada jemaah.