DUBAI, (ERAKINI) - Israel pada Selasa (17/3/2026) mengklaim telah menewaskan salah satu tokoh penting militer Iran dalam serangan terarah di Teheran. Target tersebut adalah Gholamreza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij.
Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh angkatan udaranya berdasarkan intelijen yang akurat. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut serangan itu berhasil “mengeliminasi” pimpinan unit Basij yang telah menjabat selama enam tahun terakhir.
Pasukan Basij sendiri merupakan kelompok relawan di bawah naungan Garda Revolusi Iran, yang dikenal memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas internal Iran, termasuk dalam merespons gelombang protes.
Dalam beberapa waktu terakhir, Iran menghadapi gelombang demonstrasi besar yang menentang pemerintahan ulama. Aksi tersebut mencapai puncaknya pada awal tahun dan disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern negara itu.
Menurut berbagai organisasi hak asasi manusia, penanganan demonstrasi dilakukan secara keras, menyebabkan ribuan korban jiwa serta puluhan ribu orang ditahan.
Israel menuduh Basij berperan penting dalam operasi penindasan tersebut, sehingga menjadikannya sebagai target strategis dalam konflik yang sedang berlangsung.
Selain Soleimani, laporan media Israel menyebut bahwa tokoh penting lain juga menjadi sasaran serangan, yakni Ali Larijani, yang dikenal sebagai figur berpengaruh dalam struktur keamanan nasional Iran.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai hasil serangan terhadap Larijani, langkah ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam strategi Israel yang kini menyasar elite tingkat tinggi.
Kepala militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi tersebut menghasilkan “efek pencegahan yang signifikan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Israel melihat serangan tersebut sebagai bagian dari upaya melemahkan struktur komando Iran.
Serangan ini menandai babak baru dalam konflik yang semakin terbuka antara Israel dan Iran, dengan sasaran yang kini tidak hanya infrastruktur, tetapi juga tokoh-tokoh kunci dalam sistem keamanan negara.