MADINAH, (ERAKINI) - Kisah inspiratif datang dari jemaah haji Indonesia asal Yogyakarta, Subur Adi Cahyono, yang berhasil mewujudkan impiannya memberangkatkan sang anak ke Tanah Suci di usia muda.
Dengan penuh rasa syukur, Subur mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat memfasilitasi anaknya, Novem Bill Ichtiar, untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, sehingga saya sebagai orang tua bisa memfasilitasi anak untuk menunaikan rukun Islam yang kelima,” ujar Subur kepada tim Media Center Haji (MCH) di Madinah, Senin (4/5/2026).
Dia menuturkan, keputusan mendaftarkan Novem dilakukan sejak tahun 2012, saat sang anak masih berusia sekitar tiga tahun.
Menurut dia, langkah tersebut diambil agar anaknya bisa berangkat haji di usia yang lebih siap secara fisik.
“Haji itu bukan hanya soal ongkos, tapi juga tenaga yang harus ekstra. Jadi saya ingin anak saya berangkat saat stamina masih benar-benar fit,” kata dia.
Sehari-hari, Subur bekerja sebagai tekniker gigi dan juga aktif sebagai Ketua Asosiasi Teknikan Gigi di Yogyakarta. Ia mengaku konsisten menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan ibadah.
“Saya setiap hari berusaha menyisihkan rezeki, baik untuk berbagi maupun untuk ibadah. Kami berkomitmen tidak menggunakan dana yang sudah diniatkan untuk kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Novem Bill Ichtiar mengaku bahagia dan bersyukur dapat berangkat haji di usia 17 tahun. Ia mengatakan persiapan dilakukan dengan matang, mulai dari mengikuti manasik hingga menjaga kondisi fisik.

“Alhamdulillah senang. Persiapannya ikut manasik haji, jaga kesehatan dan stamina, semuanya diarahkan oleh ayah,” ungkap Novem.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, guru, dan teman-temannya yang telah memberikan dukungan dan doa.
“Saya berterima kasih kepada ayah, keluarga, guru, dan teman-teman. Semoga mereka juga bisa menyusul menunaikan ibadah haji,” kata dia.
Novem turut memanjatkan doa untuk sang ibu yang belum dapat berangkat bersama tahun ini.
“Buat ibu, semoga selalu sehat dan panjang umur,” ucapnya.
Subur juga mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini, baik dari sisi finansial maupun fisik.
“Ibadah haji ini bukan hanya soal biaya, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Jalan kaki saja bisa berkilo-kilo setiap hari,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi pelayanan haji tahun ini yang dinilai semakin baik, mulai dari proses di Kementerian Agama, asrama haji, hingga pelayanan di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, pelayanan dari awal keberangkatan sampai di sini sangat memuaskan,” pungkasnya.