Pertempuran di Rafah Berkobar Seiring Melebarnya Perpecahan Politik Israel dengan AS
Akhmad Baihaqi Arsyad







Dilansir dari Aljazeera, Jumat (21/6/2024), tank-tank Israel masuk lebih dalam ke Rafah barat di Gaza selatan, menembakkan peluru ke tenda-tenda pengungsi, dan satu kendaraan lapis baja diledakkan oleh alat peledak rakitan yang ditanam Hamas.
Sementara itu, keretakan hubungan terjadi antara Isreal dengan Amerik Serikat setelah menilai kritik Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terhadap penangguhan pengiriman senjata AS ke Israel sebagai hal yang “menjengkelkan” dan “mengecewakan” karena keretakan publik antara kedua sekutu tersebut terus meningkat.
Hingga kini, pasukan Pasukan Israel terus membobmardir wilayah Gaza. Mereka telah melakukan serangan udara mematikan di Gaza selama 24 jam terakhir, termasuk serangan terhadap sebuah rumah yang telah menewaskan delapan orang di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza.
Pakar PBB memperingatkan produsen senjata agar tidak mengirimkan senjata ke Israel, dengan mengatakan hal itu dapat membuat mereka terlibat dalam pelanggaran hukum internasional yang dilakukan di Gaza.
Dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 37.431 orang telah tewas dan 85.653 orang terluka. Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan yang dipimpin Hamas mencapai 1.139 orang karena puluhan orang masih ditawan di Gaza.
