Pemadaman listrik parah melanda Spanyol dan Portugal pada Senin (28/4/2025) waktu setempat. Foto: AP
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemadaman listrik parah melanda Spanyol dan Portugal pada Senin (28/4/2025) waktu setempat. Pemadaman terbesar dalam sejarah ini menyebabkan jutaan orang di Semenanjung Iberia kehilangan akses listrik, , serta layanan internet dan komunikasi terganggu secara luas.
Dikutip dari kantor berita AP, meski aliran listrik sudah mulai dipulihkan pada Selasa, kehidupan jutaan orang masih terganggu. Penyebab pemadaman listrik juga masih belum jelas. Bagi masyarakat yang terdampak, kejadian ini jelas meninggalkan kekhawatiran tentang bagaimana merespons jika krisis serupa terjadi lagi.
Pemadaman listrik secara umum berdampak pada semua orang, baik mereka yang berada di rumah, tempat kerja, maupun dalam perjalanan. Seperti yang terjadi di Spanyol dan Portugal, kereta listrik, trem, dan sistem metro bisa berhenti mendadak dan membuat penumpang terjebak. Sementara lampu lalu lintas mati dan menyebabkan kemacetan besar. Lantas apa yang perlu dilakukan saat menghadapi kejadian serupa?
"Di mana pun Anda berada saat listrik padam, prioritas pertama adalah tetap tenang dan memenuhi kebutuhan paling mendesak seperti makanan, air, dan tempat berlindung. Segera buat rencana untuk menuju tempat aman dan menghubungi orang-orang terdekat," tulis AP.
Menurut Palang Merah Amerika, perjalanan yang tidak perlu, terutama dengan mobil, sebaiknya dihindari selama pemadaman listrik. Tanpa lampu lalu lintas, jalanan bisa menjadi padat atau berbahaya, meningkatkan risiko kecelakaan atau terjebak.
"Jika Anda berada di rumah, berhati-hatilah saat menggunakan lilin atau lentera gas karena risiko kebakaran dan gas beracun seperti karbon monoksida. Gunakan lentera bertenaga baterai atau senter jika tersedia, tetapi hemat penggunaan baterai agar tahan lebih lama," tulisnya.
Selain itu, matikan perangkat elektronik yang tidak penting dan cabut peralatan seperti oven atau kompor yang sedang digunakan saat listrik padam. Jika listrik kembali, lonjakan daya bisa merusak perangkat, dan peralatan bisa menjadi berbahaya jika dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Jika pemadaman berlangsung lebih dari beberapa jam, menurut pedoman darurat dari pemerintah Estonia, kulkas dan freezer sebaiknya hanya dibuka sesekali untuk menjaga suhu dingin. Gunakan makanan mudah rusak di kulkas terlebih dahulu, lalu makanan di freezer, dan terakhir bahan makanan tahan lama.
"Kesiapsiagaan, baik secara psikologis maupun nyata, merupakan faktor kunci dalam mengelola peristiwa yang mengganggu," kata Argo Kerb dari Badan Penanggulangan Bencana Estonia kepada AP.
Dengan meningkatnya kekhawatiran global akibat konflik bersenjata, ketegangan politik, dan perubahan iklim, banyak pemerintah kini menempatkan kesiapsiagaan krisis sebagai prioritas bagi warganya.
Pada Maret lalu, Uni Eropa mengimbau seluruh 450 juta penduduk di 27 negara anggotanya untuk menyimpan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok lainnya untuk setidaknya 72 jam, seiring meningkatnya risiko perang, serangan siber, perubahan iklim, dan wabah penyakit.
Meskipun pemadaman listrik besar seperti di Spanyol dan Portugal relatif jarang terjadi, sangat penting untuk memiliki beberapa perlengkapan dasar di rumah.
Uni Eropa merekomendasikan untuk memiliki makanan, air, senter, dokumen identitas, obat-obatan, dan radio gelombang pendek di rumah. Korek api atau pemantik, charger, dan power bank untuk perangkat elektronik juga disarankan.