Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Vladivostik, Timur Jauh Rusia, pada 25 April 2019. (Foto: Rusian Presidential Press and Information Office/kremlin.ru via wikimedia commons)
BEIJING (ERAKINI) - Korea Utara pada Kamis (14/9/2023) menyampaikan bahwa pemimpinnya Kim Jong Un dan Presiden RusiaVladimir Putin mencapai kesepakatan yang memuaskan dan kesamaan pandangan ketika keduanya bertemu di Timur Jauh .
"Kim dan Putin berbicara tentang kerja sama segera kedua negara guna mempertahankan kedaulatan, dan berjanji untuk lebih memperkuat kerja sama strategis dan taktis," kata kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Adapun perjanjian dari keduanya diyakini mencakup dukungan militer timbal balik.
Di akhir acara penyambutan Kim yang diselenggarakan oleh Presiden Rusia pada Rabu (13/9/2023), pemimpin Korea Utara itu pun mengundang Putin untuk mengunjungi negaranya. Kemudian Putin menerima undangan tersebut dengan senang hati, kata KCNA.
Namun pada Rabu (13/9/2023) dikatakan oleh juru bicara Kremlin (sebutan untuk pemerintah Rusia) Dmitry Peskov bahwa kunjungan Putin ke Pyongyang belum direncanakan, menurut kantor berita Rusia Tass.
Kedua pemimpin tersebut, dari laporan KCNA, membahas upaya untuk memperluas dukungan dan solidaritas satu sama lain untuk menggagalkan ancaman dan provokasi militer imperialis, praktik sewenang-wenang yang merampas kemerdekaan, dan kemajuan dan kehidupan damai umat manusia.
Pertemuan Kim dan Putin ini adalah untuk pertama kalinya dalam lebih dari 4 tahun di pusat peluncuran roket ruang angkasa Vostochny Cosmodrome di wilayah Timur Jauh Rusia.
Pertemuan kedua pemimpin tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara akan memasok amunisi kepada Rusia, yang sedang berjuang untuk mengisi kembali persediaan amunisinya yang semakin menipis untuk perang di Ukraina.
Sementara itu, Pyongyang ingin Rusia membekalinya dengan satelit canggih dan teknologi kapal selam bertenaga nuklir, New York Times melaporkan pada 4 September, mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan sekutunya.
Saat itu disampaikan oleh KCNA bahwa Kim sudah berangkat ke tujuan berikutnya setelah acara penyambutannya di Timur Jauh. Diperkirakan Kim akan mengunjungi kota-kota Rusia, seperti Komsomolsk-on-Amur di wilayah Khabarovsk dan Vladivostok, menurut Tass.
Kim juga diperkirakan akan mengunjungi sebuah pabrik yang memproduksi pesawat tempur Sukhoi dan pesawat lainnya di Komsomolsk-on-Amur serta armada militer Pasifik Rusia di Vladivostok. (ant)