Search

Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tidak Cari Perang dengan Negara Muslim, Hanya Serang AS-Israel

TEHERAN, (ERAKINI) - Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak mengincar konflik dengan negara-negara tetangga Muslim. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA bertepatan dengan ucapan selamat Idul Fitri dan Nowruz, tahun baru Persia, pada 21 Maret 2026.

"Kami tidak bermaksud untuk berselisih dengan negara-negara Muslim. Kami tidak menginginkan konflik dan perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami," kata Pezeshkian menanggapi ketegangan yang muncul antara Iran dan beberapa negara Arab setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa ketegangan ini merupakan akibat ulah AS dan Israel.

Pezeshkian juga menegaskan kesiapan Iran untuk menyelesaikan masalah melalui diplomasi dengan negara-negara tetangganya. Ia mengusulkan pembentukan struktur keamanan regional yang melibatkan negara-negara Muslim di Timur Tengah agar perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan bisa terjaga. "Kita tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kita dapat membentuk majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim, dan dalam kerangka kerja itu, mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik kita," ujarnya.

Dalam pesannya, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak berambisi mengembangkan senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa dekrit agama mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei melarang kepemilikan senjata atom, sehingga tidak ada pejabat di Iran yang bisa memulai program senjata pemusnah massal. Namun, menurut Pezeshkian, Amerika Serikat berupaya meyakinkan dunia seolah-olah Iran sedang bergerak menuju senjata nuklir.

Konflik yang memanas belakangan ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari yang menargetkan Teheran dan kota-kota lain, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan serta aset AS di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Pezeshkian menegaskan posisi Iran bahwa negara itu ingin menjaga hubungan damai dengan sesama negara Muslim, sambil tetap bersiap mempertahankan diri dari ancaman eksternal.