Cerita dari Makkah: Kesabaran Dokter Ahmad saat Layani Pasien Jemaah Haji
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Muhani terbaring lemas di kasur. Kedua kakinya bengkak. Di kaki kanannya, ada luka yang tampak menganga.
“Saya ada riwayat diabetes,” kata Muhaini (49 tahun) kepada tim MCH di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dilansir dari situs resmi Kementerian Agama, Rabu (29/5/2024).
Meski kakinya bengkak, ia mengaku tak kesakitan jika dibuat jalan. Bahkan saat menunaikan umrah wajib ia juga tak menggunakan jasa pendorong kursi roda.
“Enggak sakit sama sekali kalau dibuat jalan,” kata jemaah haji asal Lombok Barat ini kepada dokter Ahmad Andi Samegu yang memeriksanya.
Hanya saja ia khawatir kakinya infeksi jika tidak dirawat. Karena itulah, jemaah haji asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mendatangi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Makkah.
Kepada dokter Ahmad, Muhaini yang baru datang ke Makkah dari Madinah pada 23 Mei 2024, mengaku terakhir periksa gula darah sewaktunya mencapai 123.
“Obat diabetesnya dibawa? Iya dok. Bapak minum rutin ya,” kata dokter. Muhaimi menganggguk.
Dokter Ahmad pun langsung meminta perawat membersihkan dan memperban luka kaki Muhaimi. Muhaimi lega. Ia pun segera meninggalkan klinik menuju pemondokannya.
“Alhamdulillah penanganannya cepat,” ujarnya.

















