Mesir: Perundingan Gencatan Senjata Gaza antara Israel-Hamas Mendekati Terobosan Signifikan
Akhmad Baihaqi Arsyad







Namun, belum ada komentar langsung dari Israel dan Hamas terkait hal tersebut. Reporter Axios Barak Ravid mengatakan dalam sebuah posting singkat di X bahwa seorang pejabat Israel membantah terobosan yang dilaporkan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sumber-sumber Mesir mengatakan ada konsensus tentang gencatan senjata jangka panjang di daerah kantong yang dikepung itu, namun beberapa poin yang masih mengganjal, termasuk persenjataan Hamas.
Sebelumnya, Al Qahera News TV yang berafiliasi dengan negara Mesir melaporkan bahwa kepala intelijen Mesir Jenderal Hassan Mahmoud Rashad akan bertemu dengan delegasi Israel yang dipimpin oleh menteri urusan strategis Ron Dermer pada hari Senin di Kairo.
Sumber-sumber tersebut mengatakan pembicaraan yang sedang berlangsung itu melibatkan delegasi Mesir dan Israel.
Mediator Mesir dan Qatar tidak melaporkan perkembangan pembicaraan terbaru. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan pada hari Minggu bahwa pertemuan baru-baru ini di Doha mengenai upaya untuk mencapai gencatan senjata telah mencapai beberapa kemajuan, tetapi mencatat belum ada kesepakatan tentang cara mengakhiri perang.
Dia mengatakan kelompok militan bersedia mengembalikan semua sandera Israel yang tersisa jika Israel mengakhiri perang di Gaza. Tetapi Israel ingin Hamas membebaskan sandera yang tersisa tanpa menawarkan visi yang jelas untuk mengakhiri perang, tambahnya.
Penasihat media untuk pimpinan Hamas, Taher Al-Nono, mengatakan kepada Reuters pada hari Sabtu bahwa kelompok itu terbuka untuk gencatan senjata selama bertahun-tahun dengan Israel di Gaza, menambahkan bahwa kelompok itu berharap untuk membangun dukungan di antara para mediator atas tawarannya.
Berbicara di sebuah konferensi di Yerusalem pada Senin malam, sebelum Reuters melaporkan bahwa telah ada kemajuan dalam pembicaraan, Dermer mengatakan pemerintah tetap berkomitmen untuk membongkar kemampuan militer Hamas, mengakhiri kekuasaannya di Gaza, memastikan bahwa daerah kantong itu tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi Israel dan mengembalikan para sandera.
Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret setelah gencatan senjata Januari runtuh, dengan mengatakan akan terus menekan Hamas hingga membebaskan sandera yang masih ditahan di daerah kantong itu. Sebanyak 24 dari mereka diyakini masih hidup.
Perang Gaza dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan mengakibatkan 251 sandera dibawa ke Gaza, menurut penghitungan Israel. Sejak itu, serangan Israel di daerah kantong itu menewaskan lebih dari 52.000 orang, menurut pejabat kesehatan Palestina setempat.
