Baru Menjabat, Menhan Israel Katz Langsung Nyatakan Tak Ada Gencatan Senjata Apa Pun di Lebanon
Akhmad Baihaqi Arsyad







Pernyataan itu disampaikan oleh Katz pada hari Selasa (12/11/2024) melalui di media sosial X. “Di Lebanon, tidak akan ada gencatan senjata dan tidak ada jeda,” kata Katz dikutip dari Xinhua.
Katz, yang mulai baru menjabat awal bulan ini, mengatakan bahwa Israel akan menolak perjanjian gencatan senjata apa pun yang tidak mengizinkannya melakukan serangan di Lebanon untuk mencegah Hizbullah mempersenjatai kembali pasukannya.
“Kami akan terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh hingga tujuan perang tercapai,” imbuhnya.
Katz menambahkan bahwa tujuan perang tersebut termasuk melucuti senjata Hizbullah, mendorong mereka kembali ke luar Sungai Litani, dan memastikan kembalinya penduduk utara dengan aman ke rumah mereka.
Adapun permusuhan lintas batas dimulai pada Oktober lalu setelah serangan Hamas terhadap komunitas Israel. Pada akhir September, Israel meningkatkan konflik setelah melakukan serangan darat besar-besaran di Lebanon, terutama menargetkan Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut, dan Lembah Bekaa.
Adapun jumlah total korban tewas akibat serangan Israel baik di Gaza maupun di Lebanon terus meningkat. Hingga saat ini korban tewas di Gaza telah mencapai angka 43.603 warga Palestina dan melukai 102.929 orang sejak 7 Oktober 2023.
Diperkirakan 1.139 orang terbunuh di Israel selama serangan pimpinan Hamas hari itu dan lebih dari 200 orang ditawan, sebagaimana dilansir dari Aljazeera.
Sementara di Lebanon, setidaknya 3.243 orang tewas dan 14.134 luka-luka dalam serangan Israel sejak perang di Gaza dimulai.
