Wilayah selatan Polandia mengalami rekor curah hujan dan banjir besar yang disebabkan Badai Boris. Foto: Michal Meissner/EPA-EFE
JAKARTA, (ERAKINI) - Negara-negara di Eropa Tengah dan Timur bersiap menghadapi banjir yang lebih parah akibat Badai Boris. Banjir parah yang melanda sejumlah negara Eropa Tengah dan Timur pada akhir pekan lalu telah menewaskan setidaknya 15 orang.
Banjir tersebut diklaim merupakan paling buruk yang pernah terjadi di Eropa Tengah dalam dua dekade terakhir. Daerah perbatasan antara Republik Ceko dan Polandia terkena dampak paling parah, yang menyebabkan runtuhnya jembatan.
Jumlah korban banjir di barat daya Polandia dilaporkan bertambah menjadi lima setelah jenazah seorang ahli bedah yang kembali dari tugas rumah sakit ditemukan di kota Nysa pada Senin pagi. Sebelumnya, jenazah dua perempuan dan dua laki-laki ditemukan di kota Bielsko-Biala dan Ladek-Zdroj, serta di dua desa.
Polisi di Republik Ceko mengatakan, seorang wanita tenggelam di wilayah timur laut, yang dilanda curah hujan tinggi sejak Kamis. Tujuh orang lainnya hilang pada hari Senin, bertambah dari empat orang pada hari sebelumnya.
Sementara itu di Rumania, banjir menewaskan sedikitnya enam orang selama akhir pekan. Di Austria, seorang petugas pemadam kebakaran tewas pada hari Minggu. "Di negara bagian Austria Hilir yang mengelilingi Wina, dua pria berusia 70 dan 80 tahun juga ditemukan tenggelam di rumah mereka," kata juru bicara polisi, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (17/9/2024).
Tayangan televisi pada hari Senin menunjukkan jalan-jalan di wilayah Klodzko di Polandia dipenuhi puing-puing dan lumpur. Di kota Nysa, Polandia, sebuah rumah sakit dievakuasi, dan pasien termasuk wanita hamil dan orang lanjut usia dibawa menggunakan rakit. Banyak kota di Polandia, termasuk Warsawa, menyerukan sumbangan makanan bagi para penyintas banjir.
Assed Baig dari Al Jazeera melaporkan dari Klodzko, mengatakan bahwa situasi di kota itu sangat memprihatinkan. “Ketika banjir melanda kota bersejarah ini, hal itu mendatangkan malapetaka. Orang-orang berusaha menyelamatkan apa yang mereka bisa. Orang-orang meminta bantuan, mereka menginginkan makanan, pakaian, dan listrik,” katanya.
Masyarakat telah meletakkan karung pasir di jalan-jalan dan di depan rumah mereka sebagai persiapan menghadapi banjir yang lebih besar.
“Tetapi sulit untuk mempersiapkannya. Saat gelombang (banjir) pertama melanda, tingginya sangat tinggi dan tidak ada peringatan,” kata Baig.
Para ahli sudah memperingatkan adanya ancaman banjir di Opole, Polandia, sebuah kota berpenduduk sekitar 130.000 jiwa, dimana Sungai Oder mulai meluap di beberapa titik.
Kekhawatiran juga muncul di wilayah barat laut Kota Wroclaw yang dihuni sekitar 640.000 penduduk, yang diperkirakan akan dilanda banjir pada hari Rabu. Kota ini pernah mengalami bencanabanjir pada tahun 1997 dan trauma masih terasa bagi penduduk setempat.
Pemerintah Polandia sudah mengumumkan keadaan bencana alam di daerah yang terkena dampak dan mengatakan telah menyiapakan anggaran 1 miliar zlotys (USD260 juta) untuk membantu para korban pada hari Senin.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakantelah menghubungi para pemimpin negara-negara lain yang terkena dampak, dan mereka akan meminta bantuan keuangan dari Uni Eropa.
“Mulai hari ini, siapa pun yang terkena dampak banjir, bangunan runtuh, garasi kebanjiran, mobil hilang, kerugian terkait banjir akan dapat dengan mudah mengklaim dana," katanya.
Pihak berwenang Ceko juga sudah mengumumkan keadaan darurat di dua wilayah timur laut yang mengalami banjir terburuk, termasuk di pegunungan Jeseniky dekat perbatasan Polandia.
Sejumlah kota besar dan kecil terendam pada hari Minggu di timur laut, dan ribuan orang dievakuasi. Helikopter militer bergabung dengan tim penyelamat di perahu dalam upaya mengangkut orang ke tempat yang aman.
Di Republik Ceko, banjir yang bergerak ke arah tenggara sudah menggenangi Kota Litovel. Sementara Sungai Oder membanjiri sebagian Kota Ostrava di pertemuan dengan Sungai Opava, dan memaksa ratusan orang dievakuasi pada hari Senin. Pihak berwenang di Ostrava, kota terbesar ketiga di negara itu, memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan ke sana.
Di Austria, permukaan sungai dan waduk turun dalam semalam karena hujan mereda. Namun para pejabat mengatakan mereka bersiap menghadapi gelombang kedua karena hujan lebat diperkirakan akan turun. Setelah melanda Austria, Republik Ceko, Polandia dan Rumania, banjir selanjutnya diprediksi dapat melanda Slovakia dan Hongaria.