JAKARTA, (ERAKINI) - Aparat Federal Bureau of Investigation (FBI) dan kepolisian Amerika Serikat (AS) telah menangkap pria yang melepaskan tembakan dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih (White House Correspondents' Dinner) yang dihadiri Presiden Donald Trump. Pelaku diketahui bernama Cole Tomas Allen.
Pria berusia 31 tahun itu berasal dari Torrance, wilayah pinggiran barat daya Los Angeles. Menurut CBS News, Allen bekerja sebagai tutor di Torrance setelah lulus dari California Institute of Technology.
Polisi menyebut Allen merupakan tamu di Washington Hilton, lokasi berlangsungnya acara, dan membawa beberapa senjata, termasuk pistol serta pisau. Saat ini Allen menjalani perawatan di rumah sakit dan dijadwalkan menghadapi dakwaan resmi pada Senin (27/4).
Diberitkan, Presiden Donald Trump terpaksa dievakuasi ke tempat aman dari acara White House Correspondents' Dinner setelah suara tembakan terdengar di lokasi. Peristiwa terjadi Sabtu malam sekitar pukul 20.35 waktu setempat.
Dilansir BBC, Trump dan Ibu Negara Melania Trump terlihat tengah berbincang di Washington Hilton ketika suasana mendadak ricuh di meja tamu Gedung Putih.
Beberapa dentuman keras terdengar, lalu sejumlah anggota United States Secret Service segera mengawal Trump keluar ruangan sambil berteriak, “Tetap tiarap, tetap tiarap.”
Secret Service kemudian memastikan presiden, ibu negara, dan seluruh pihak yang mendapat perlindungan berada dalam kondisi selamat setelah tujuh hingga delapan tembakan dilepaskan.
Seorang petugas Secret Service sempat ditembak dari jarak sangat dekat, namun selamat berkat rompi antipeluru, menurut pernyataan Trump. FBI dan kepolisian selanjutnya menggeledah sebuah alamat di Torrance, California, setelah insiden penembakan tersebut.
CBS melaporkan Allen mengaku menargetkan pejabat pemerintahan Trump, meski polisi sebelumnya menyebut motif pelaku masih belum diketahui.
Pernyataan Secret Service
Wakil Direktur Secret Service AS Matthew Quinn menyebut upaya penyerangan itu gagal total.
“Malam ini, seorang pengecut berusaha menciptakan tragedi nasional. Ia meremehkan kemampuan perlindungan Secret Service AS dan dihentikan sejak kontak pertama,” kata Quinn.
Ia menambahkan, sistem keamanan berlapis bekerja efektif dan masih banyak langkah pengamanan lain yang siap dijalankan.
“Saya berterima kasih kepada para pria dan wanita pemberani di Secret Service serta mitra penegak hukum kami,” ucapnya.