Satu anggota Garda Nasional Amerika Serikat tewas dan satu lainnya kritis setelah ditembak hanya beberapa ratus meter dari Gedung Putih. Foto: AP
WASHINGTON, (ERAKINI) – Satu anggota Garda NasionalAmerika Serikat tewas dan satu lainnya kritis setelah ditembak hanya beberapa ratus meter dari Gedung Putih. Serangan ini memicu respons keamanan besar dan pernyataan keras dari Presiden Donald Trump.
Donald Trump mengonfirmasi bahwa satu dari dua anggota Garda Nasional yang ditembak di dekat Gedung Putih telah meninggal dunia, sementara prajurit lainnya berjuang hidup.
Trump mengatakan bahwa anggota Garda Nasional West Virginia, Sarah Beckstrom, meninggal akibat luka yang dideritanya setelah penembakan ganda, hanya beberapa ratus meter dari Gedung Putih.
Presiden memuji Beckstrom sebagai seorang yang muda, dihormati, dan luar biasa serta mengatakan bahwa anggota Garda Nasional lainnya yang menjadi target serangan bersenjata itu berada dalam kondisi kritis.
“Ia dalam kondisi yang sangat buruk,” kata Trump saat berbicara kepada para prajurit dalam panggilan video untuk menandai libur Thanksgiving di AS, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (28/11/2025).
Wali Kota Washington DC Muriel Bowser mengatakan bahwa insiden itu merupakan penembakan terarah dan pelakunya telah ditangkap.
“Saya ingin menyampaikan doa dan dukungan saya kepada keluarga kedua prajurit Garda Nasional itu dan kepada mereka yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat,” ucapnya.
Pada awalnya terjadi kebingungan mengenai kondisi para prajurit tersebut setelah Gubernur West Virginia Patrick Morrisey menulis di media sosial bahwa kedua anggota itu telah meninggal. Namun ia kemudian mencabut pernyataannya, mengatakan bahwa ia menerima laporan yang saling bertentangan mengenai situasinya.
Dalam unggahan sebelumnya, ia berjanji akan menuntut pertanggungjawaban pelaku. “Para warga West Virginia yang pemberani ini kehilangan nyawa dalam pengabdian mereka kepada negara,” tulisnya.
“West Virginia tidak akan pernah melupakan pengabdian atau pengorbanan mereka, dan kami akan menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan keji ini,” lanjutnya.
Presiden AS Donald Trump cepat menanggapi, berjanji di platform online miliknya, Truth Social, bahwa pelaku akan membayar harga yang sangat mahal.
Trump kemudian membagikan rekaman pidato dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, bahwa pemerintahannya akan memulai langkah untuk memulangkan warga asing yang tidak seharusnya berada di AS, setelah menyebut bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri yakin bahwa tersangka yang ditahan adalah warga asing dari Afghanistan”.
Menteri Perang AS Pete Hegseth juga merespons cepat serangan tersebut, mengatakan bahwa Trump telah meminta pengerahan tambahan 500 anggota Garda Nasional ke ibu kota AS.
“Ini terjadi hanya beberapa langkah dari Gedung Putih dan hal ini tidak dapat dibiarkan. Itulah sebabnya Presiden Trump meminta saya, dan saya akan meminta sekretaris Angkatan Darat untuk menambah 500 pasukan Garda Nasional ke Washington, DC,” kata Hegseth.
Trump tidak berada di Gedung Putih saat penembakan terjadi. Ia telah berangkat ke Florida untuk merayakan libur Thanksgiving di resor Mar-a-Lago.
Motif di balik penembakan belum jelas. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan bahwa kantornya bekerja sama dengan lembaga penegak hukum lainnya untuk menyelidiki hal tersebut.