Kepulangan Jemaah Sering Delay, PPIH Arab Saudi Minta Garuda Kooperatif
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Jemaah haji Indonesia secara bertahap mulai dipulangkan ke tanah air. Namun, para jemaah yang sudah berada di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah harus menunggu lama karena pesawat yang akan ditumpanginya mengalami delay (penundaan). Bahkan, beberapa kloter harus menunggu hingga belasan jam lamanya.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Nasrullah Jasam meminta Garuda Indonesia kooperatif dan memberikan penjelasan kepada jemaah ketika ada delay.
"Kepada maskapai, baik Garuda maupun Saudia, agar kooperatif dan hadir di tengah-tengah jemaah ketika ada delay. Karena ketika ada delay tentu yang bisa menjelaskan secara spesifik pihak penerbangan, bukan PPIH," tutur Nasrullah pada Tim Media Center Haji (MCH) pada Kamis (27/6/2024).
Selain itu, dia juga meminta Garuda Indonesia menginformasikan sejak jauh-jauh hari bila ada keterlambatan atau perubahan jadwal penerbangan.
"Kita selalu ingatkan bahwa tentu kalau alasan keamanan kita akan bisa menerima, tetapi agar diinfokan jauh-jauh hari sebelumnya, atau jauh sebelum take-off karena delay itu dampaknya ya bukan hanya keselamatan tapi juga layanan yang lainnya," tuturnya.
Menurut Nasrullah, hingga saat ini PPIH Arab Saudi selalu mengecek jadwal setiap hari, memastikan jadwal itu sudah definitif tidak berubah lagi.
"Walaupun nanti misalnya berubah karena alasan cuaca, karena alasan keamanan, tentu agar diberitahukan jauh sebelum take-off, sehingga kita bisa menyesuaikan. Karena memang kalau ada delay, itu menjadi tanggung jawab maskapai," katanya.
Sementara itu, khusus kepada jemaah berkenan untuk mengikuti ketentuan barang bawaan sebagai upaya perlindungan jemaah.
"Semua demi kelancaran proses pemulangan jemaah baik dari Bandara Jeddah maupun Madinah, kami harap jemaah dapat mengikuti ketentuan barang bawaan seperti di bagasi dan di dalam koper," ujarnya.
















