Bertemu Menlu RI, Uni Eropa Bicara Krisis Iklim dan Keamanan ASEAN
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Uni Eropa (UE) menekankan lima isu penting dalam upaya mereka memperkuat keterlibatan dengan mitra Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di kawasan Indo-Pasifik.
"Kami, masyarakat Eropa, ingin meningkatkan keterlibatan dengan mitra di kawasan," kata Perwakilan Tinggi/Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell dalam Forum ke-30 Kawasan ASEAN di Jakarta, Jumat (21/7/2023).
Borrell mengatakan Uni Eropa ingin meningkatkan keterlibatannya dengan mitra ASEAN dalam penanganan isu-isu yang dihadapi di kawasan Indo-Pasifik.
Untuk meningkatkan keterlibatan itu, ia menekankan lima isu penting yang perlu disadari bersama. Pertama adalah keterkaitan antara krisis iklim dan keamanan.
"Saat kita mendiskusikan situasi geopolitik, kita semua harus sama-sama menyadari dampak perubahan iklim yang masif dan terus berkembang terhadap perdamaian dan keamanan.
Iklim ekstrem yang berulang, kenaikan suhu dan permukaan laut, kekeringan dan kelangkaan air, menurut dia, semua itu dapat menciptakan migrasi penduduk, pandemi, kerusuhan sosial, ketidakstabilan, dan konflik, yang pada gilirannya memiliki implikasi keamanan yang serius.
Pada 2050, lebih dari satu miliar orang akan kekurangan akses terhadap air. Degradasi tanah dan kekeringan juga akan membayangi situasi di masa yang akan datang.
Mengingat hubungan lintas sektoral antara perubahan iklim dan keamanan, Uni Eropa menilai ARF perlu memperhatikan ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan terhadap perdamaian, keamanan, dan pertahanan.


















