AS Tekankan Iran dan Israel untuk Tidak Memperburuk Situasi Konflik
Akhmad Baihaqi Arsyad
ANNAPOLIS, (ERAKINI) - Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan kepada Iran dan Israel bahwa konflik di Timur Tengah tidak boleh meningkat. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan pada hari Selasa (6/8/2024), bahkan ketika Pentagon memperingatkan bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan terhadap pasukannya di wilayah tersebut.
Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan baru oleh Iran dan sekutunya menyusul pembunuhan anggota senior kelompok militan Hamas dan Hizbullah pekan lalu. Lima tentara AS dan dua kontraktor terluka dalam serangan terhadap sebuah pangkalan di Irak pada hari Senin, yang menurut Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran.
“Para pejabat terus melakukan kontak dengan sekutu dan mitra di kawasan dan terdapat konsensus yang jelas bahwa tidak seorang pun boleh memperburuk situasi,” kata diplomat terkemuka AS dikutip dari Arab News, Kamis (8/8/2024).
“Kami telah terlibat dalam diplomasi yang intens dengan sekutu dan mitra, mengkomunikasikan pesan tersebut langsung ke Iran. Kami telah mengkomunikasikan pesan tersebut langsung ke Israel,” kata Blinken.
Amerika Serikat akan terus membela Israel dari serangan, kata Blinken, namun menekankan bahwa setiap orang di kawasan harus memahami risiko eskalasi dan salah perhitungan. “Serangan lebih lanjut hanya meningkatkan risiko akibat berbahaya yang tidak dapat diprediksi dan dikendalikan sepenuhnya oleh siapa pun.”


















