Search

Kemenhaj Siapkan Strategi Khusus Atur Mobilitas Jemaah Haji di Armuzna

MAKKAH, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan pelayanan puncak ibadah haji yang dijadwalkan mulai pada 9 Zulhijah atau bertepatan dengan 26 Mei 2026. Fokus utama diarahkan pada strategi khusus mengatur mobilitas jemaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) serta kesiapan fasilitas tenda.

Peninjauan kesiapan dilakukan di Markaz yang disiapkan syarikah Rakeen Mashariq pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heryawan bersama Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi.

Dalam inspeksi itu, Ian memberikan perhatian khusus pada kesiapan transportasi bus taraduddi yang akan melayani mobilitas jemaah di kawasan Armuzna. Menurut dia, langkah mitigasi diperlukan untuk mengantisipasi potensi hambatan pergerakan jemaah akibat kepadatan saat puncak haji.

"Ini untuk memitigasi apabila terjadi kemacetan, kita akan ambil langkah-langkah terutama nanti pergeseran pada saat dari Muzdalifah ke Mina ini. Karena seringkali keterlambatan bus, jadi bisa kita antisipasi," ujar Ian kepada tim Media Center Haji, Rabu (13/5/2026).

Selain transportasi, tim juga melakukan verifikasi kapasitas tenda wukuf di Arafah. Pemetaan area dilakukan secara rinci berdasarkan nama dan kelompok terbang (kloter) untuk menghindari penumpukan jemaah di satu titik.

Ian menyebutkan kesiapan fasilitas di Armuzna saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh jemaah mendapatkan fasilitas yang memadai selama pelaksanaan puncak ibadah haji.

"Kita harus memastikan bahwa setiap kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah," tegasnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas khusus yang sebelumnya mendapatkan pelatihan sejak di Tanah Air. Petugas tersebut akan memantau aktivitas jemaah yang keluar dari tenda saat berada di Arafah, termasuk jemaah yang hendak menuju Jabal Rahmah.

Menurut Dendi, petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan keamanan dan memudahkan pemantauan posisi jemaah secara berkala.

"Jadi tercatat semua dan sudah kita siapkan formnya, listnya dan disiapkan petugas-petugasnya dari sejak Tanah Air," kata Dendi.

Dalam sepekan terakhir, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tercatat telah tiga kali melakukan pengecekan fasilitas di kawasan Armuzna. 

Dendi menegaskan, pengecekan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh aspek teknis maupun nonteknis siap melayani jemaah saat puncak haji berlangsung.