Covid-19 Kembali Meningkat, WHO Minta Setiap Negara Atur Strategi
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus Covid-19 kembali menunjukkan peningkatan secara global sejak pertengahan Februari 2025. Tingkat kepositifan tes SARS-CoV-2 telah melonjak hingga 11% per 11 Mei 2025—angka tertinggi sejak Juli 2024.
Kenaikan ini terutama terlihat di kawasan Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. WHO mencatat bahwa pergeseran tren varian virus juga mulai tampak sejak awal tahun ini. Negara-negara di Afrika, Eropa, dan Amerika saat ini melaporkan aktivitas virus yang lebih rendah, dengan angka kepositifan hanya 2-3%.
WHO menyerukan agar negara-negara tetap menerapkan strategi penanggulangan berbasis risiko yang terintegrasi. Vaksinasi tetap menjadi upaya kunci dalam mencegah keparahan dan kematian akibat Covid-19, terutama untuk kelompok rentan. Vaksin yang digunakan kini juga disalurkan bersamaan dengan vaksin influenza musiman dan virus RSV.
Sebagai respons terhadap kondisi ini, berbagai negara mulai memperkuat sistem pemantauan penyakit pernapasan seperti eGISRS dan jaringan CoViNet. Sistem ini menggabungkan pemantauan virologis, analisis varian virus, dan pengawasan limbah untuk mendeteksi penyebaran varian SARS-CoV-2 secara lebih luas.
WHO juga mendorong integrasi respons Covid-19 ke dalam sistem kesehatan nasional yang lebih luas. Hal ini dilakukan di tengah tantangan seperti tekanan ekonomi, inflasi, ketidakstabilan politik, dan krisis kemanusiaan, yang turut mempersulit penanganan Covid-19 secara berkelanjutan.
















