MAKKAH, (ERAKINI) - Sejumlah jemaah haji Indonesia mengaku puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan di Hotel Al-Hidayah Tower, Aziziyah, Makkah.
Lilik Tryas Handarto, jemaah haji asal Embarkasi JKB 02 Banten, mengatakan salah satu fasilitas yang paling membantu adalah tersedianya mesin cuci atau laundry di hotel.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting karena jemaah belum mengetahui lokasi laundry di sekitar pemondokan.
“Itu sangat penting karena kita juga belum tahu di sini lokasi untuk laundry di mana,” kata Lilik saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH), Minggu (3/5/2026).
Lilik menjelaskan, fasilitas laundry sangat membantu mengingat jemaah akan tinggal cukup lama di Makkah. Ia menambahkan, fasilitas serupa juga tersedia di seluruh hotel jemaah haji yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Selain itu, hotel tempatnya menginap juga dilengkapi musala yang cukup luas. Bahkan, kapasitasnya mampu menampung satu kloter dengan jumlah sekitar 350 hingga 400 jemaah.
“Musala juga terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan,” ujarnya.
Lilik turut mengapresiasi penyambutan yang diberikan saat pertama kali tiba di hotel, setelah perjalanan panjang dari Madinah ke Makkah. Ia menyebut, jemaah mendapatkan makanan selamat datang setibanya di lokasi.
“Alhamdulillah, ketika tiba di hotel ini kami dapat penyambutan yang sangat baik, baik dari petugas haji maupun dari pihak hotel,” katanya.
Tak hanya itu, layanan konsumsi yang disediakan juga dinilai memuaskan. Menu makanan disebut sesuai dengan selera jemaah Indonesia.
“Lauknya enak, kemudian juga ada buah, susu juga ada,” ujar Lilik.
Hal senada disampaikan Muhammad Tohir, Ketua Kelompok (Karom) JKB 03 Banten. Ia menilai distribusi makanan kepada jemaah berjalan tepat waktu, terutama setelah perjalanan jauh yang melelahkan.
“Makanan selamat datang dikasih di malam hari. Pagi pun tepat, makanan sudah datang. Enak, lezat, alhamdulillah,” kata Tohir.
Sebagai informasi, jemaah yang tinggal di kawasan Aziziyah masuk dalam Sektor 10, yang terdiri dari jemaah asal embarkasi Banten dan Padang.
Sektor ini menjadi salah satu yang terbesar karena hanya terdiri dari satu kompleks hotel dengan 10 tower. Total kapasitasnya mencapai sekitar 21.000 jemaah dari 57 kelompok terbang (kloter)