Negosiasi Gencatan Senjata Berlangsung antara Mesir, Qatar dan AS dengan Israel, Hamas Tunggu Hasil
Akhmad Baihaqi Arsyad







Sebelumnya, pada hari Sabtu (8/3/2025) para menteri luar negeri Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana rekonstruksi Gaza yang didukung Arab untuk dengan biaya $53 miliar dan menghindari pengusiran warga Palestina dari daerah kantong itu.
“Rencana tersebut menunjukkan jalur yang realistis menuju rekonstruksi Gaza dan menjanjikan – jika dilaksanakan – perbaikan yang cepat dan berkelanjutan terhadap kondisi kehidupan yang sangat buruk bagi warga Palestina yang tinggal di Gaza,” kata para menteri dalam sebuah pernyataan bersama dikutip dari Arab News.
Di sisi lain, rencana yang disusun oleh Mesir dan diadopsi oleh para pemimpin Arab awal bulan ini, telah ditolak oleh Presiden AS Donald Trump.
Pada Jumat (7/3/2025), Organisasi Kerjasama Islam juga menyatakan mendukung usulan balasan Liga Arab terhadap rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Gaza dan menggusur penduduknya.
Melansir AFP dan Arab News, keputusan oleh kelompok beranggotakan 57 orang itu muncul pada pertemuan darurat di Jeddah, Arab Saudi, 3 hari setelah Liga Arab meratifikasi rencana tersebut pada pertemuan puncak di Kairo.
Alternatif yang dibuat Mesir untuk pengambilalihan yang dikutuk secara luas oleh Trump mengusulkan untuk membangun kembali Jalur Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina di masa mendatang.
“Pertemuan darurat tingkat menteri Organisasi Kerja Sama Islam mengadopsi rencana Mesir, yang sekarang telah menjadi rencana Arab-Islam,” kata Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, dalam komentar yang digaungkan oleh mitranya dari Sudan. “Itu tentu saja hal yang sangat positif,” kata Abdelatty.
