Seorang wanita yang menggendong anaknya berlari setelah serangan udara Israel menghantam lingkungan Ridwan di Kota Gaza. Foto: Antara/Anadolu/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Luar Negeri Kuba Anayansi Rodriguez Camejo meyakini genosida terhadap rakyat Palestina yang dilakukan militer Israel melibatkan bantuan dari Amerika Serikat (AS).
Menurut Camejo, genosida terhadap rakyat tidak terbatas pada perang saat ini. Tetapi semuanya dengan keterlibatan , sehingga membuat masyarakat internasional tidak bisa melindungi rakyat .
"Pembenaran memerangi terorisme dan memenuhi hak untuk membela diri adalah kebohongan jika dilakukan sendiri oleh para agresor," ujar Camejo dalam sidang Mahkamah Internasional (ICJ) yang yang disiarkan oleh PBB.
ICJ pada Senin (19/2/2024) mulai menggelar sidang dengar pendapat dari publik tentang konsekuensi hukum dari kebijakan Israel di Gaza dan Yerusalem Timur. Bertempat di Istana Perdamaian di Den Haag, Belanda, sidang akan berlangsung hingga 26 Februari. Sidang itu diperkirakan akan dihadiri 52 negara dan tiga organisasi internasional.
Dalam persidangan itu Kuba mengusulkan agar aksi Israel dianggap sebagai tindakan "genosida skala rendah", yang dilakukan dengan kekejaman sistematis dan efektif".
"Menganggap aksi Israel hanya sebagai tindakan apartheid akan menghilangkan maksud tersirat untuk memusnahkan bangsa Palestina, baik sebagai bagian maupun kelompok etnis dan agama, yang tidak diberi hak untuk menentukan nasib sendiri," kata Camejo.
Pada Senin, delegasi Palestina meminta ICJ untuk mengakui bahwa pendudukan Israel atas wilayah-wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal. Pengakuan itu bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mendirikan dua negara terpisah Israel dan Palestina.
Venezuela dan Kolombia juga sudah menunjukkan dukungannya kepada Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva yang mengkritik perang Israel di Gaza, sehingga memicu sebuah krisis diplomatik.
Dalam sebuah program televisi pada Senin (19/2/2024), Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyoroti bahwa Hitler adalah monster yang diciptakan oleh elite Barat dan menyesalkan bahwa saat ini aparat militer kriminal Israel mendapat dorongan, pendanaan, dan dukungan yang sama.
"Seperti yang dikatakan Presiden Lula pada pertemuan Uni Afrika, apa yang dilakukan pemerintah Israel adalah hal yang sama yang Hitler lakukan terhadap orang-orang Yahudi," kata Maduro.
Selain Maduro, Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menunjukkan dukungannya terhadap Presiden Brazil. “Saya menyatakan solidaritas penuh saya dengan Presiden Brazil Lula. Di Gaza, terjadi genosida, dan ribuan anak-anak, perempuan dan warga lanjut usia dibunuh secara pengecut. Lula hanya mengatakan kebenaran, dan kebenaran (harus) dipertahankan, atau barbarisme akan memusnahkan kita,” kata Petro di X pada Selasa (20/2/2024).
Sebelumnya, pada Minggu Presiden Brazil da Silva menyamakan perang di Gaza dengan kampanye Adolf Hitler untuk memberantas Yahudi.
“Apa yang terjadi di Jalur Gaza terhadap rakyat Palestina belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Sebenarnya, hal itu terjadi ketika Hitler memutuskan untuk membunuh orang-orang Yahudi,” kata da Silva kepada wartawan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat dia menghadiri pertemuan puncak Uni Afrika.
Atas pernyataannya, pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan da Silva sebagai "persona non grata" hingga dia mencabut pernyataannya. (ant)