Sederet Tradisi Ramadan di Benua Afrika, Dekor Masjid hingga Nyalakan Petasan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1446 H, tidak terkecuali di Benua Afrika yakni di Maroko, Kamerun, Tanzania, Djibouti, Kenya, Burkina Faso, Komoro, Chad, Pantai Gading, Eritrea, Ethiopia, Gambia, Ghana, Guinea, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Togo, dan Uganda.
Di Benua Afrika, masyarakat memiliki tradisi khas yang kerap dilakukan sebelum atau saat bulan Ramadan. Tradisi tersebut dilakukan semata karena ingin menyambut Ramadan dengan penuh suka cita.
Di banyak negara Afrika, persiapan Ramadan dimulai sejak pertengahan bulan Syaban, sebelum bulan suci tiba.
Umat Islam mulai mendekorasi masjid, jalan, dan rumah-rumah dengan lampu warna-warni. Kunjungan keluarga juga menjadi tradisi sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.
Kota-kota dengan populasi Muslim yang besar dihiasi dengan kain warna-warni, menciptakan suasana meriah yang menandai datangnya bulan suci. Muslim Afrika juga saling mengucapkan selamat Ramadan sebagai tanda kegembiraan dan keberkahan.
Sedangkan di Kamerun, anak-anak merayakan bulan puasa di pertengahannya, bukan di awal. Mereka mengenakan pakaian tradisional, berkeliling rumah untuk mengumpulkan permen dan uang, serta merayakan Laylat al-Qadr dengan kembang api di depan Sultan Square.
Memukul genderang untuk membangunkan umat Muslim sahur adalah tradisi yang populer di berbagai negara Afrika.
Di Maroko, ada sekelompok pria yang bertugas membangunkan warga dengan alat musik tradisional seperti drum atau tanduk panjang yang disebut N’ffar.
Di beberapa negara, Ramadan juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Muslim dan non-Muslim. Ada gereja yang bahkan ikut mengadakan acara berbuka puasa bersama sebagai bentuk solidaritas dan persahabatan antaragama.
Seperti di banyak negara Muslim lainnya, kurma adalah makanan utama saat berbuka puasa di Afrika. Berbagai hidangan tradisional juga disajikan, seperti Sambousa, Tharid, daging domba, nasi dengan kelapa yang biasanya disajikan dengan ikan atau ayam, serta berbagai jenis roti khas daerah masing-masing.
Di Maroko, makanan saat Ramadan sangat beragam dan kaya rasa. Hidangan berbuka puasa yang disebut Lftour biasanya terdiri dari sup Harira, kurma, susu, serta berbagai jenis roti seperti Msaman, Batbout, Harsha, dan Baghrir. Teh mint juga menjadi minuman yang selalu hadir dalam pertemuan keluarga saat Ramadan.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan ibadah dan mempererat hubungan dengan Tuhan. Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Bulan suci ini menjadi waktu bagi umat Islam di Afrika dan seluruh dunia untuk merenung, berbagi, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Setiap tradisi yang dijalankan menjadi bukti bagaimana Ramadan membawa keberkahan serta mempererat hubungan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.


















