Cerita Petugas Berjibaku Dampingi Jemaah di Tanah Suci
Abdul Rahman Ahdori
MADINAH, (ERAKINI) - Menjadi petugas haji Indonesia yang melayani para tamu Allah di tanah suci bukan pekerjaan mudah. Diperlukan ketulusan, keikhlasan, dan kesabaran dalam melayani para jemaah haji Tanah Air.
Pada 2024, lebih 213 ribu jemaah haji Indonesia yang ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, tidak kurang dari 45.000 adalah jemaah lanjut usia. Banyaknya jemaah haji lansia memberikan pengalaman suka dan duka bagi petugas haji di Lapangan.
Seperti yang dialami Maula Zuama, petugas Transportasi di sektor 3 Madinah. Dia mengaku kadang merasa senang dan kadang juga sedih bisa melayani jemaah haji indonesia mulai dari menyambut dan menurunkan jemaah di bus, kemudian juga menurunkan koper dan kursi roda.
“Saat proses menyambut dan menurunkan jemaah dari bus kemudian membantu sampai ke pemondokan (hotel) merupakan hal yang menyenangkan sebenarnya. Kami merasa bahagia saat membantu jemaah. Tapi kadang menjadi terbawa haru dan sedih saat membantu yang disabilitas ataupun lansia,” kata Maula, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (1/7/2024).
Ia menjelaskan, ada beragam kondisi jemaah yang disambut. Selain lansia, ada jemaah dengan keterbatasan (disabilitas) seperti tidak bisa melihat dan mendengar.
"Alhamdulillah bisa membantu mereka turun dari bis hingga mengantar sampai pemondokan (hotel). Walaupun bertugas di layanan transportasi, tetapi membantu jemaah haji, apalagi membantu jemaah lansia, adalah tugas utama PPIH Arab Saudi," katanya.
Lebih lanjut, Ia bercerita bahwa mencari koper jemaah dan mengantarkannya, memfasilitasi jemaah lansia untuk menghubungi keluarga, atau mengantar jemaah yang tersasar kembali ke hotelnya, itu semua menjadi tugas PPIH Saudi, terlepas apa tugas dan fungsi pokoknya.


















