Digempur 100 Jet Tempur Israel dan Pesawat Siluman F-35, Iran: Hanya Sebabkan Kerusakan Kecil
Thomas Pulungan







Menurut laporan The New Arab, Minggu (27/10/2024), serangan tersebut menargetkan sekitar ibu kota Teheran, serta provinsi barat daya Khuzestan dan Ilam. Laporan yang mengutip media Israel itu menyebutkan serangan berlangsung beberapa jam dan melibatkan lebih dari 100 jet tempur Israel, termasuk pesawat siluman F-35, serta F-16, dan F-15.
Israel juga menggunakan rudal supersonik jarak jauh Rampage dan rudal udara ke permukaan jarak jauh generasi berikutnya, yakni Rocks. Gelombang serangan pertama ditujukan pada fasilitas radar dan pertahanan udara Iran. Sasaran berikutnya adalah fasilitas militer, rudal, serta pesawat nirawak pada gelombang kedua dan ketiga.
Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menegaskan bahwa serangan Israel hanya menyebabkan kerusakan terbatas dan kondisi keamanan tetap terkendali. Sistem Angkatan Pertahanan Udara Iran berhasil menangkis serangan Israel, meski empat tentaranya meninggal akibat serangan itu.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga memastikan fasilitas nuklir Iran tidak terdampak oleh serangan udara Israel. "Para inspektur IAEA dalam keadaan aman dan melanjutkan pekerjaan penting mereka" ungkap Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dalam sebuah pernyataan.
Meski demikian, Grossi menyerukan perlunya kehati-hatian dan pengendalian diri akan adanya serangan lebih lanjut Israel yang berpotensi membahayakan keselamatan serta keamanan material nuklir dan radioaktif lainnya.
Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa markas pertahanan udara Iran berhasil menangkis serangan tersebut, mengakibatkan kerusakan yang terbatas. Namun, militer Iran mengonfirmasi bahwa empat tentara tewas akibat serangan tersebut.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim serangan tersebut menyasar beberapa lokasi di Iran, termasuk fasilitas produksi rudal, sistem rudal darat ke udara, dan kemampuan udara lainnya.
Media portal berbasis di Amerika Serikat (AS), Axios, mengutip sejumlah sumber juga melaporkan serangan Israel pada Sabtu telah melumpuhkan produksi rudal balistik Iran.
Serangan balasan itu disebut menonaktifkan komponen penting dari program rudal balistik Iran setelah Israel menyerang 12 planetary mixer yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar roket padat untuk rudal balistik jarak jauh.
Menurut sumber portal tersebut, peralatan yang rusak adalah berteknologi tinggi yang tidak diproduksi di Iran, tetapi dipesan dari luar negeri. "Pemulihan peralatan tersebut dapat memakan waktu setidaknya satu tahun," tulis laporan tersebut.
Kendati demikian, sumber-sumber tersebut menegaskan bahwa Iran masih memiliki persediaan rudal yang cukup besar. Serangan membabi-buta Israel itu juga dilaporkan tidak mengenai sumber-sumber minyak Iran.
CBS News mengutip sejumlah sumber melaporkan bahwa serangan Israel terhadap Iran itu hanya terbatas pada pangkalan militer, tidak meluas ke fasilitas nuklir atau perminyakan. IRNA juga melaporkan tidak ada fasilitas perminyakan Iran yang rusak.
