Search

Lagi, 20 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel saat Menunggu Distribusi Bantuan di Gaza

DUBAI, (ERAKINI) - Setidaknya 20 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel saat menunggu distribusi bantuan di Gaza. Jumlah ini menyusul sebelumnya yang mana ada 31 warga Palestina tewas dan 176 lainnya luka-luka dalam serangan oleh pasukan Israel di dekat lokasi bantuan di kota Rafah di selatan wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin (2/6/2025) mengutuk pembunuhan lebih dari 30 warga Palestina yang sedang mencari makanan di pusat distribusi bantuan kontroversial yang didukung AS di Gaza.

Ia menyerukan "investigasi segera dan independen" atas insiden tersebut dan menuntut agar mereka yang bertanggung jawab "diminta pertanggungjawaban."

Pusat bantuan yang dekat dengan lokasi serangan dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, sebuah organisasi Amerika yang bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk menerapkan sistem distribusi bantuan baru di Gaza yang menghindari pendekatan tradisional yang dipimpin PBB.

PBB telah memilih untuk tidak bekerja sama dengan organisasi tersebut, dengan alasan kekhawatiran tentang ketidakberpihakannya. Beberapa kelompok kemanusiaan mengatakan inisiatif bantuan tersebut tampaknya telah disesuaikan untuk selaras dengan kepentingan militer Israel.

Sementara itu, persiapan untuk Idul Adha terasa pahit di Gaza, di mana Israel terus melakukan serangan sejak 7 Oktober 2023 dan memberlakukan pengepungan ketat sejak 2 Maret 2025.

Sementara warga Palestina bersiap untuk merayakan Idul Adha kedua di tengah bayang-bayang perang, Gaza mengalami kelaparan dan krisis pangan yang hebat karena Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang di wilayah tersebut.

Abu Hatim Al-Zarqa, seorang warga Palestina yang memelihara beberapa ternak kecil dalam kondisi sulit ini, mengatakan bahwa sejak 7 Oktober 2023, tidak ada hewan hidup yang masuk ke wilayah tersebut dan ia tidak dapat menemukan pakan ternak.

Al-Zarqa mengatakan bahwa hewan kurban yang dijual tidak akan cukup untuk orang-orang di Gaza dan tidak dapat dibeli karena harganya yang mahal.

Di sisi lain, warga Palestina yang mengungsi mengatakan bahwa mereka tidak dapat merasakan kegembiraan Idul Adha, seraya menambahkan bahwa mereka telah berjuang melawan kelaparan selama berbulan-bulan.

Akibat kelaparan yang disebabkan Israel, harga daging dan sayur-sayuran meroket sehingga warga Palestina tidak dapat membelinya. Akibatnya, banyak yang tidak makan daging selama berbulan-bulan.

Sementara itu, mekanisme distribusi bantuan buatan Israel telah menjadi jebakan maut bagi warga sipil yang kelaparan di Jalur Gaza, kata kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Minggu, Anadolu melaporkan.

Hampir 50 warga Palestina tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka ketika pasukan Israel menembaki warga Palestina yang mencari bantuan kemanusiaan di dekat titik distribusi di kota selatan Rafah pada hari Minggu, kata Kementerian Kesehatan.

"Distribusi bantuan telah menjadi perangkap maut," kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah pernyataan.

Israel telah menyusun rencana untuk membangun empat titik distribusi bantuan di Gaza selatan dan tengah, yang menurut media Israel bertujuan untuk mengevakuasi warga Palestina dari Gaza utara ke selatan.