Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS di Kota Kazan, Rusia, Rabu (23/10/2024). Foto: BRICS RUSSIA 2024
JAKARTA, (ERAKINI) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyambut baik keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam melaksanakan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.
“Kami sangat senang bahwa Presiden Indonesia yang baru (Prabowo Subianto) mengambil keputusan tersebut,” kata Tolchenov dalam keterangannya dikutip, Selasa (29/10/2024).
BRICS adalah kelompok negara yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa), yang menjalin kerja sama terkait pengembangan dan pengaruh dalam urusan internasional. Mengutip BRICS Portal, Rusia merupakan pihak yang memprakarsai pembentukan BRICS.
BRICS yang didirikan pada 2009 sesuai hurup negara anggota awal, kini telah diperluas dengan keanggotaan Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab. Blok ini mencakup 43 persen populasi dunia dan menyumbang seperempat dari ekonomi global, serta 16 persen dari perdagangan global.
Menurut Tolchenov, keputusan Indonesia tersebut merupakan langkah penting yang juga memperlihatkan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari kelompok negara-negara yang satu pemikiran.
“Indonesia tidak ingin bergabung dengan blok atau kubu mana pun di dunia modern, seperti yang dibayangkan sebagian orang,” ucapnya.
Tolchenov percaya bahwa Indonesia dapat menjalin kontak dan hubungan yang erat dengan BRICS. BRICS akan menjadi pilihan lain untuk membahas beberapa isu multilateral terkait politik, ekonomi, pertukaran budaya. dan sosial ekonomi.
Tolchenov berharap bergabungnya Indonesia dengan BRICS, membuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia semakin baik.
Terpisah, China juga menyambut positif keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa BRICS merupakan mekanisme yang terbuka dan inklusif.
"Kami menyambut lebih banyak mitra yang berpikiran sama, termasuk Indonesia, untuk bergabung dengan keluarga BRICS," katanya dalam konferensi pers di Beijing, dikutip dari antaranewas.
Lin Jian menegaskan bahwa BRICS berfungsi sebagai platform penting bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan solidaritas dan kerja sama demi kepentingan bersama. Mekanisme kerja sama BRICS telah menjadi kekuatan positif dalam hubungan internasional.
“Indonesia adalah salah satu negara berkembang utama dan memiliki peran penting dalam ekonomi global. Selain itu, Indonesia telah aktif terlibat dalam kerja sama BRICS Plus selama beberapa tahun terakhir,” tambah Lin Jian.
Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada 24 Oktober 2024, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, secara resmi menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dalam BRICS.
Dalam KTT BRICS ke-16 itu Indonesia pun secara resmi diakui sebagai negara mitra BRICS bersama 12 negara lainnya. Negara-negara Asia Tenggara yang turut menjadi mitra BRICS selain Indonesia adalah Malaysia, Thailand, dan Vietnam.