Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Kamis (21/5/2026). (Foto: MCH 2026).
MAKKAH, (ERAKINI) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan layanan transportasi menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan pergerakan 527 kloter haji Indonesia berjalan lancar dan tepat waktu.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan pihaknya telah menyusun jadwal pergerakan secara ketat guna mengantisipasi keterlambatan di lapangan.
"Kami siapkan jadwal pergerakan untuk 527 kloter menuju Armuzna. Trip pertama dari Makkah akan dimulai pukul 07.00 pagi. Oleh karena itu, kami membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi jemaah," ujar Syarif kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Rabu (20/5) malam.
Dalam skema yang disiapkan, jemaah diminta mengikuti tahapan persiapan sebelum keberangkatan menuju Armuzna. Enam jam sebelum berangkat, jemaah diminta menyiapkan seluruh perbekalan pribadi. Tiga jam sebelum keberangkatan, jemaah diwajibkan sudah mengenakan pakaian ihram.
Sementara itu, satu jam sebelum keberangkatan, seluruh jemaah diminta sudah berada di lobi hotel untuk memudahkan proses mobilisasi menuju bus.
"Dengan demikian, keberangkatan ke Armuzna akan mengikuti jadwal tersebut. Jika dipatuhi dan ditaati, insyaallah tidak akan ada yang terlambat. Pola yang sama juga akan diterapkan untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali lagi ke Makkah," tuturnya.
Syarif menjelaskan, seluruh proses pergerakan jemaah nantinya akan dikontrol oleh Ketua Regu (Karu) yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 10 orang jemaah.
Terkait armada transportasi, ia menyebut regulasi pergerakan dari Makkah menuju Arafah mengacu pada ketentuan Naqabah atau Organda Arab Saudi.
Setiap Maktab atau Markaz yang menampung sekitar 3.000 jemaah akan dilayani tujuh unit bus dari Naqabah. Armada tersebut akan beroperasi dalam tiga sif waktu, yakni pagi, siang, dan sore, dengan masing-masing sif melakukan tiga kali perjalanan.
Adapun untuk pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah, PPIH menerapkan dua skema, yaitu Taradudi dan Murur. Jalur keberangkatan kedua program tersebut dipisahkan agar tidak terjadi penumpukan jemaah.
Sif pertama dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 Waktu Arab Saudi dengan target menggerakkan sekitar 160.000 jemaah secara bersamaan menggunakan bus masing-masing.
Selanjutnya, pada sif kedua mulai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi, seluruh sisa jemaah yang masih berada di Arafah akan mengikuti skema Murur.
"Ini berdasarkan hasil rapat dengan Baiah Al-Malakiah, bahwa di sif kedua maka jemaah melewati Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju tenda di Mina," ucapnya.
Menjelang puncak haji, Syarif juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama proses Armuzna berlangsung. Ia menegaskan layanan transportasi tahun ini mengedepankan prinsip Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Menurut dia, urutan naik bus bagi jemaah telah diatur agar lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi kelompok prioritas.
"Kami sudah sosialisasikan ke sektor-sektor. Setiap pergerakan naik ke transportasi, utamakan jemaah lansia terlebih dahulu, kemudian jemaah disabilitas, dilanjutkan jemaah perempuan, dan terakhir baru jemaah laki-laki. Semua sudah diatur sedemikian rupa, mudah-mudahan semua berjalan lancar," kata Syarif