Petugas polisi menahan seorang demonstran, selama protes terhadap pemeriksaan imigrasi federal, di Los Angeles, California pada tanggal 9 Juni 2025. (Foto: USA Today).
Menurut Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha, mereka ditangkap setelah DHS melakukan penggerebekan di sejumlah lokasi di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (6/6/2025).
Ia mengatakan bahwa KJRI Los Angeles telah menerima informasi terkait penangkapan 2 WNI tersebut. "2 WNI yang ditahan dalam operasi tersebut dengan inisial ESS dan CT. ESS ditangkap karena berstatus ilegal dan CT ditangkap karena memiliki catatan pelanggaran narkotika dan illegal entry," kata Judha dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).
Intensitas demonstrasi di Los Angeles, kata Judha, semakin tinggi dan seluruh wilayah Amerika terkait dengan kebijakan imigrasiDonald Trump. KJRI Los Angeles kemudian atas kejadian penangkapan kedua WNI tersebut langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk akses pendampingan kekonsuleran.
Lebih lanjut, WNI di Amerika Serikat, kata dia, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan diri dan keluarga, termasuk anjuran untuk menghindari lokasi-lokasi keramaian maupun tempat berlangsungnya aksi massa.
Selain itu, WNI diimbau oleh pihak Kemlu untuk memantau perkembangan situasi terkini melalui sumber-sumber resmi setempat serta mematuhi seluruh peraturan yang ditetapkan oleh otoritas setempat.
Judha juga meminta WNI yang berencana melangsungkan perjalanan ke AS untuk memastikan dahulu penggunaan visa yang valid dan sesuai peruntukannya. “Mengantisipasi pemeriksaan imigrasi yang lebih ketat saat ketibaan di bandara di AS," katanya.
Sementara untuk yang terdampak kebijakan imigrasiAS, pihak Kemlu meminta WNI agar memahami hak-hak dalam sistem hukum di AS, termasuk, hak mendapatkan pendampingan pengacara dan hak menghubungi Perwakilan RI terdekat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Donald Trump mengerahkan Pasukan Garda Nasional di Los Angeles. Langkah ini menjadi catatan bahwa Pasukan Garda Nasional kembali dikerahkan untuk pertama kalinya sejak tahun 1965.
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet di pusat kota Los Angeles setelah Trump mengerahkan pasukan Garda Nasional untuk meredakan protes terhadap penggerebekan imigrasi.
Bentrokan di dekat Gedung Federal Edward R Roybal, Pusat Penahanan Metropolitan, dan Jalan Tol 101 terjadi pada hari ketiga tindakan keras Trump terhadap imigrasi, dengan puluhan orang, termasuk migran tidak berdokumen, ditangkap.
Trump mengatakan pengerahan Garda Nasionalnya diperlukan, tetapi lawan-lawannya, termasuk Gubernur California Gavin Newson, mengatakan itu adalah reaksi berlebihan yang hanya akan meningkatkan ketegangan.
Gubernur mengatakan dia akan menuntut pemerintahan Trump atas pengerahan Garda Nasional setelah Gedung Putih menolak bandingnya untuk membatalkan perintah tersebut.