Asap tebal tampak mengepul dari kapal kargo Morning Midas sekitar 300 mil selatan Adak, Alaska. Foto: Courtesy of Air Station Kodiak via AP
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebuah kapal kargo yang mengangkut ribuan kendaraan baru menuju Meksiko tenggelam di Samudra Pasifik Utara. Para awak kapal terpaksa meninggalkan kapal akibat kebakaran hebat yang tidak dapat dipadamkan.
Kapal bernama Morning Midas tenggelam pada Senin di perairan internasional di lepas Kepulauan Aleut, setelah beberapa pekan terbakar, menurut pernyataan dari perusahaan pengelolanya, Zodiac Maritime yang berbasis di London.
“Saat ini, kami telah mengerahkan kapal di lokasi kejadian untuk menangani potensi pencemaran,” kata Petty Officer Cameron Snell, juru bicara Penjaga Pantai Amerika Serikat yang berbasis di Alaska, dilansir fortune.com, Kamis (26/6/2025)
Menurut Zodiac Maritime, kerusakan akibat kebakaran yang diperparah oleh cuaca buruk dan rembesan air menyebabkan kapal tenggelam di kedalaman sekitar 5.000 meter, sekitar 770 kilometer dari daratan.
Kapal tersebut mengangkut sekitar 3.000 mobil baru yang ditujukan untuk pelabuhan besar di Meksiko. Belum diketahui apakah ada kendaraan yang sempat dipindahkan sebelum kapal tenggelam. Pihak Zodiac Maritime belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Tim penyelamat tiba beberapa hari setelah kapal lumpuh akibat kebakaran. Dua kapal tunda penyelamat yang dilengkapi peralatan pengendalian polusi tetap berada di lokasi untuk memantau potensi tumpahan bahan berbahaya atau puing-puing kapal. Awak kapal tunda tersebut dipastikan selamat dan tidak mengalami cedera saat Morning Midas tenggelam.
Zodiac Maritime juga mengirim kapal tanggap polusi khusus tambahan ke lokasi sebagai langkah antisipasi lebih lanjut. Penjaga Pantai AS menerima sinyal darurat pada 3 Juni mengenai kebakaran di atas kapal Morning Midas, yang saat itu berada sekitar 490 kilometer barat daya Pulau Adak, Alaska.
Saat kejadian, terdapat 22 awak kapal di atas Morning Midas. Mereka semua berhasil menyelamatkan diri ke sekoci dan kemudian dievakuasi oleh kapal niaga yang kebetulan berada di dekat lokasi. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Di antara 3.000 kendaraan yang diangkut, terdapat sekitar 70 mobil listrik dan 680 kendaraan hybrid. Saat kejadian, asap tebal terlihat keluar dari bagian buritan kapal, berasal dari dek yang memuat mobil-mobil listrik, menurut Penjaga Pantai dan Zodiac Maritime. Pulau Adak terletak sekitar 1.930 kilometer sebelah barat Anchorage, kota terbesar di Alaska.
Kapal Morning Midas sepanjang 183 meter itu dibangun pada tahun 2006 dan berlayar di bawah bendera Liberia. Kapal tersebut berangkat dari Yantai, Tiongkok, pada 26 Mei menuju Meksiko, menurut situs pelacakan industri MarineTraffic.com.
Sebelumnya, sebuah laporan dari dewan keselamatan Belanda menyerukan perbaikan dalam sistem tanggap darurat di jalur pelayaran Laut Utara setelah insiden kebakaran mematikan tahun 2023 di kapal kargo yang membawa 3.000 mobil, termasuk hampir 500 kendaraan listrik, dari Jerman ke Singapura.
Kebakaran tersebut menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, serta berlangsung selama sepekan sebelum kapal akhirnya ditarik ke pelabuhan di Belanda untuk diselamatkan.