Profil Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah yang Wafat di Usia 82 Tahun
Abdul Rahman Ahdori
JOMBANG, (ERAKINI) - Tokoh pesantren perempuan sekaligus putri pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah, Hj Machfudhoh Aly Ubaid, meninggal dunia pada Minggu (4/10/2026). Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tersebut wafat di Jakarta pada usia 82 tahun.
"Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang Ibu Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah pada malam ini, Ahad, 4 Oktober 2026 di Jakarta," kata pihak keluarga, Wafa, kepada media resmi PBNU, dikutip Senin (5/10/2026).
Profil Hj Machfudhoh Aly Ubaid
Dilansir dari situs yang sama, Hj Machfudhoh Aly Ubaid lahir di Jombang pada 12 Maret 1944. Ia merupakan putri dari pasangan KH Wahab Chasbullah dan Nyai Sa'diyah. Machfudhoh merupakan putri pertama dari empat bersaudara. Ia memiliki adik, yakni Nyai Hisbiyah Rohim, Nyai Munjidah Wahab, KH Muhammad Hasib Wahab, dan KH M Roqib Wahab.
Pada 1962, Machfudhoh menikah dengan KH Aly Ubaid, putra KH Abdullah Ubaid. Setelah menikah, ia kemudian pindah ke Tebet, Jakarta. Setelah sang suami kembali ke Mekkah, resepsi pernikahan mereka digelar pada Agustus 1963.
Machfudhoh mulai menjadi pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 1994. Dalam menjalankan amanah tersebut, ia dibantu adiknya, Gus Roqib, beserta istrinya.
Kiprah di Organisasi NU
Machfudhoh juga memiliki kiprah panjang di organisasi perempuan NU. Ia memulai proses kaderisasi melalui Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Ia kemudian pernah dipercaya memimpin PW Fatayat NU DKI Jakarta. Pada 1979-1989, Machfudhoh menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU.
Selain itu, ia juga menjadi pengurus harian Pucuk Pimpinan (PP) Muslimat NU selama beberapa periode. Pada masa berikutnya, ia mengemban amanah sebagai penasihat PP Muslimat NU.
Machfudhoh juga menginisiasi sekaligus memimpin Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (HIDMAT) Muslimat NU Pusat selama tiga periode berturut-turut. Organisasi tersebut menjadi wadah untuk mengoordinasikan gerakan dakwah berbasis majelis taklim perempuan.
Pernah Menjadi A'wan dan Mustasyar PBNU
Di lingkungan PBNU, Machfudhoh pernah dipercaya menjadi A'wan atau Dewan Pakar PBNU untuk masa khidmah 2015-2021. Selanjutnya, ia menjadi Mustasyar PBNU masa khidmah 2021-2026.
Dalam posisi tersebut, ia bersama Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid dan Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz. Posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Machfudhoh sebagai tokoh perempuan yang memiliki kiprah dalam bidang pesantren, dakwah, serta organisasi NU.
















