Lukman Edy: PKB Memendam Bara Api, Saatnya Kembali ke Khittah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hari ini berulang tahun ke-26. Meski mampu bertahan sejak dideklarasikan tahun 1998 silam, PKB dinilai rapuh dan memendam bara api.
Penilaian ini disampaikan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Muhammad Lukman Edy. Mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu ini mengatakan, PKB hakikatnya tengah berjalan menuju jurang kemunduran.
Setidaknya terdapat tiga indikator yang memperkuat kerapuhan PKB saat ini. Pertama, kata dia, kepemimpinan PKB kian sentralistik dalam kendali personal Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Sebagai partai yang mengusung spirit modern dan reformis, seharusnya PKB mengedepankan sistem pengkaderan secara adil, terbuka dan profesional. Namun hegemoni kuat atas syahwat kekuasaan membuat Cak Imin terlalu mencengkram hebat struktur kepartaian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7/2024).
Imbasnya, lanjut Lukman Edy, proses deliberasi yang menjadi rukun dari demokrasi minim, bahkan sangat mungkin nihil. Kader yang kritis nyaris tak ada karena perbedaan pandangan yang muncul cepat ditenggelamkan. "Mereka tak mendapatkan tempat yang terhormat, bahkan sebagian kader disingkirkan," lanjutnya.
Indikator kedua, kata Lukman Edy, PKB semakin melenceng dari rel perjuangan. Merujuk prinsip perjuangan yang dipedomani, PKB adalah partai yang bertekad menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, keadilan, menjaga persatuan, persaudaraan dan kebersamaan yang bertumpu pada nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah (Aswaja).

















