Penasihat Dewan Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag), Helmi Halimatul Udhma dan Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar saat donor darah di wilayah Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini).
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Dewan Wanita Persatuan (DWP) Pusat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah untuk penyitas bencana. Penasihat Kemenag, Helmi Halimatul Udhma mengatakan bahwa agenda ini sudah menjadi anggota tahunan. Untuk tahun ini, Kemenag menargetkan 250 sampai 300 kantong darah.
"Setiap tahun (donor darah, red) sudah dilakukan dan alhamdulillah kerjasama dengan PMI semua berjalan baik. Setiap tahun bertambah, untuk tahun lalu, kita targetkan 200 kantong darah dan mencapai target yang diterima oleh PMI sendiri 189 kantong. Untuk tahun ini, kita ditargetkan 250 kantong sampai 300, mudah-mudahan hari ini mencapai targetnya," kata Helmi Halimatul Udhma di lokasi donor darah kawasan Kementerian Agama, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dengan donor darah ini, kata dia, pihaknya berharap di tengah arus bencana yang terus melanda Indonesia, darah yang terkumpul dari agenda ini bisa bermanfaat untuk para penyitas bencana dan umat.
"Kita punya niat bahwa dengan darah untuk penyintas bencana jadi InsyaAllah dengan setetes darah ini bermanfaat untuk umat. Apalagi di saat sedang bencana melanda di Indonesia, mudah-mudahan ini bermanfaat untuk para penyintas bencana dan bermanfaat untuk umat. Meski kita tidak hadir di dalam bencana, tapi kita bisa kontribusi untuk umat," katanya.
Lebih lanjut ia menyampaikan terima kasih kepada DWP Kemenag yang selalu mengadakan program donor darah yang setiap tahun.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menambahkan, donor darah menjelang bulan Ramadan itu penting, mengingat banyak rumah sakit yang kesulitan mencari darah di bulan Ramada.
"Sangat penting kita melakukan donor darah sekarang ini. Pertama, karena bulan Ramadan sebentar lagi datang, dan keluhan rumah sakit itu adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadan. Maka, donor darah menjelang Ramadan seperti sekarang ini itu sangat-sangat bermanfaat. Pada bulan suci Ramadan, maka diimbau kepada warga masyarakat itu untuk memberikan kontribusi donor darah menjelang Ramadan supaya nanti pasien-pasien yang membutuhkan darah itu tidak lagi kesulitan," katanya.
Selain itu, lanjut Menag, agenda donor darah ini juga digelar dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. "Kita berterima kasih kepada ibu-ibu Darma Wanita, karena kalau kami mengimbau, belum tentu sebanyak ini yang bisa terkumpul, karena kan kita tidak boleh mewajibkan orang berdonor darah kan ya, itu kan ada syaratnya," ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus DWP di tingkat pusat maupun juga di tingkat wilayah dan kabupaten bahkan sampai di tingkat kecamata yang melakukan gerakan masif untuk melakukan donor darah ini.