HAB ke-80 Kemenag, Nasaruddin Umar Ingatkan Bahaya AI Tanpa Bimbingan Agama
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Kementerian Agama (Kemenag) hari ini genap berusia 80 tahun. Perjalanan 8 dekade menegaskan peran Kemenag sebagai penjaga nalar agama dan bingkai kebangsaan.
Peran tersebut kini semakin luas dan semakin krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.
"Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun pondasi Kemenag Berdampak. Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di halaman Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa umat beragama saat ini menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Manusia kini hidup di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), di mana perubahan berlangsung sangat cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian.
Kata Menag, AI ibarat atom yang bisa menjadi ancaman sangat berbahaya, tapi juga bisa menjadi sumber energi paling murah. Namun, atom jika disalahgunakan dapat menghancurkan, seperti Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.


















