JAKARTA, (ERAKINI) - ProyekKereta CepatWhoosh menjadi sorotan karena mengalami kenaikan biaya yang signifikan. Mega proyek yang diresmikan era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ini mengalami kerugian hingga memiliki utang sebesar Rp19,9 triliun.
Terkait utang tersebut, Menteri Keuangan RI Purbaya Sadewa telah menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan membayar utang tersebut. Pembiayaan , lanjut Purbaya, sepenuhnya diserahkan kepada Danantara.
Sorotan terhadap KCIC tersebut semakin tajam usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan terkait dugaan pembengkakan biaya pada proyek tersebut. KPK mengklaim penyelidikan tersebut telah dimulai sejak awal tahun 2025.
“Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun, jadi memang ini masih terus berkembang dalam proses penyelidikan,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Dilansir dari laman resmi KCIC pada Selasa (28/10/2025), proyekkereta cepat ini dimulai pada 16 Oktober 2015, ketika konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bekerja sama dengan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok di bawah Beijing Yawan HSR Co. Ltd membentuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
KCIC kemudian ditetapkan sebagai operator Kereta CepatWhoosh, yang semula dikenal dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus transportasi antara Jakarta dan Bandung yang selama ini bergantung pada jalan tol Cipularang dan Padaleunyi, sekaligus memperkuat konektivitas antarkota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kereta CepatWhoosh menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016. Pembangunan proyek ini diklaim tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun jaminan pemerintah, karena pembiayaannya bersumber dari pinjaman CDB sebesar 75 persen, sedangkan 25 persen sisanya berasal dari modal para pemegang saham.
Struktur Kepemilikan Saham
Komposisi pemegang saham PSBI terdiri yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) - 58,53 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-33,36 persen, PT Perkebunan Nusantara I -1,03 persen dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk-7,08 persen. Sementara itu, pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd terdiri dari CREC (42,88%), Sinohydro (30%), CRRC (12%), CRSC (10,12%), dan CRIC (5%).
Diresmikan Jokowi Kereta CepatWhoosh resmi diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo pada 2 Oktober 2023 di Stasiun Halim, Jakarta. Peresmian tersebut menandai beroperasinya kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus di kawasan Asia Tenggara.
Nama Whoosh sendiri merupakan akronim dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, dan Sistem Hebat. Setelah peresmian, pemerintah sempat membuka program perjalanan gratis bertajuk Whoosh Experience Program sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.
Pengoperasian komersialnya kemudian resmi dimulai pada 17 Oktober 2023, yang ditandai dengan peresmian bersama oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing.
Mayoritas pembiayaan proyek ini bersumber dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga antara 3,7 persen hingga 3,8 persen dan tenor mencapai 35 tahun. Namun, setelah mendapat sorotan publik dan tekanan finansial, struktur pembiayaan proyek tersebut direstrukturisasi hingga 60 tahun.