Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen (Foto: PBNU)
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, menanggapi pernyataankontroversial Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut orang bergaji Rp15 juta pasti lebih sehat dan pintar daripada mereka yang bergaji Rp5 juta. Menurut Nabil, pernyataan tersebut menyentuh sisi sensitif masyarakat dan berpotensi memperlebar jarak sosial.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Erakini, Minggu (18/5/2025), Nabil atau yang akrab disapa Gus Nabil, menilai bahwa niat Menkes untuk menekankan pentingnya kesehatan dan kecerdasan sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045 patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa cara menyampaikan pesan dalam ruang publik harus mempertimbangkan sensitivitas sosial.
“Pernyataan bahwa orang bergaji Rp15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang bergaji Rp5 juta menyentuh sisi sensitif banyak orang. Ini bukan sekadar soal logika, tapi soal rasa keadilan,” ujar Gus Nabil.
Ia menyoroti kenyataan bahwa banyak masyarakat kecil—petani, buruh, guru honorer, tenaga kesehatan kontrak, hingga pedagang kaki lima—hidup dalam keterbatasan, namun tetap sehat, cerdas, dan berkontribusi besar bagi bangsa.
“Mereka adalah tulang punggung negeri ini. Gaji mereka mungkin kecil, tapi integritas dan kerja keras mereka melampaui nilai nominal,” katanya.
Gus Nabil menilai, menyederhanakan nasib rakyat kecil hanya karena tingkat penghasilan adalah bentuk pengabaian terhadap kenyataan sosial yang kompleks. Ia mendorong pemerintah untuk hadir tidak hanya lewat kebijakan, tetapi juga melalui narasi yang memuliakan martabat rakyat.
Lebih lanjut, eks anggota Komisi IX DPR RI ini mengusulkan sejumlah langkah konkret yang dinilai lebih relevan untuk menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pertama, memperkuat layanan kesehatan publik hingga pelosok negeri. Kedua, memastikan pemenuhan gizi anak-anak agar terhindar dari stunting. Ketiga, menyediakan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi. Dan keempat, menciptakan lapangan kerja yang adil dan bermartabat.
“Saya percaya Pak Menkes punya kepedulian yang tulus. Namun, pesan kebijakan publik sebaiknya membangun harapan, bukan menciptakan jarak sosial,” ucapnya.
Ia mengingatkan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh segelintir orang dengan penghasilan besar, melainkan oleh jutaan rakyat kecil yang diberi kesempatan untuk tumbuh, hidup sehat, dan dihargai martabatnya.
“Sejarah membuktikan, yang menjaga negeri ini tetap berdiri bukan mereka yang bergaji besar, tapi mereka yang besar hati meski bergaji kecil,” tutur Gus Nabil.
Diberitakan sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju pada 2045, pendapatan masyarakat Indonesia seharusnya mencapai Rp15 juta per bulan.
“Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp15 juta sama Rp5 juta? Cuma dua, satu, pasti lebih sehat dan lebih pintar. Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp15 juta, pasti Rp5 juta," ujarnya dalam acara “Double Check” di Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).