Ini Sosok 17 Kurator Buku Program Sastra Masuk Kurikulum yang Menuai Protes Keras
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Program Sastra Masuk Kurikulum yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menuai kontroversi dan protes keras. Pasalnya, sejumlah karya sastra sebagai bacaan guru dan anak-anak sekolah beradegan seksualitas.
Dalam buku yang menjadi pendukung Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar itu, banyak karya sastra beradegan cabul dan vulgar direkomendasikan secara resmi menjadi bacaan anak-anak di sekolah.














