LTM PBNU menggelar acara Khataman Al-Quran NU Global yang diadakan secara serentak di 38 provinsi Indonesia dan 18 negara, Minggu (16/3/2025) sore. Foto: Tangkapan Layar TVNU
JAKARTA, (ERAKINI) - Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) menggelar acara Khataman Al-Quran NU Global yang diadakan secara serentak di 38 provinsi Indonesia dan 18 negara, Minggu (16/3/2025) sore. Khataman Qur'an NU Global dan Peringatan Nuzulul Qur'an ini disiarkan secara langsung TVNU dari Masjid Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Ketua LTM PBNU, Mokhamad Mahdum, menyampaikan bahwa kegiatan Khataman Al-Qur'an ini adalah tradisi penting yang sudah lama ada di NU. "Ini mudah-mudahan menjadi tonggak sejarah baru tradisi kita. Acara Al-Qur'an, acara untuk khataman, acara untuk mengaji, itu sudah tradisi di NU," ungkap Mahdum.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan khataman ini berhasil mencatatkan sejarah baru dengan masuk ke dalam Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai kegiatan khataman Al-Qur'an terbanyak yang diselenggarakan di masjid-masjid, dengan total 10.000 titik lokasi di seluruh Indonesia dan beberapa negara.
"Hari ini nanti MURI akan mencatat. Khataman kita ini akan dicatat oleh MURI sebagai khataman Al-Qur'an terbanyak diselenggarakan di masjid-masjid seluruh Indonesia," tambahnya.
Kegiatan Khataman Al-Quran NU Global juga merupakan bagian dari rangkaian program PBNU selama bulan Ramadan, yang mencakup berbagai kegiatan, seperti kompetisi menulis naskah khotbah, bersih-bersih masjid, serta mudik gratis bersama PBNU.
Mahdum berharap bahwa semua kegiatan yang dilakukan selama Ramadan ini bisa menjadi amal jariyah bagi seluruh jamaah yang terlibat. "Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi semua yang berpartisipasi," harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Ahmad Zayadi memberikan apresiasi kepada PBNU atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menciptakan umat beragama yang berkualitas, yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Ketika beragama itu memiliki dampak langsung, Insya Allah tidak akan ada jarak antara pemeluk agama dengan ajaran agama," kata Zayadi.
Dengan tercatatnya kegiatan ini dalam MURI, diharapkan akan semakin banyak umat yang termotivasi untuk terus menjaga tradisi keagamaan dan mempererat tali silaturahmi di seluruh dunia.