Kapolri Minta Maaf atas Insiden Ojol Meninggal Dilindas Rantis Brimob, 7 Anggota Diperiksa Propam
Thomas Pulungan






Kapolri telah menemui keluarga korban di RSCM Jakarta pada Jumat (29/8/2025) dihi hari untuk menyampaikan langsung permohonan maaf.
“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban serta seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” kata Kapolri.
Listyo menegaskan, pihaknya telah memerintahkan Divisi Propam Polri untuk menangani peristiwa tersebut secara tuntas. “Nanti kita akan rapatkan. Yang jelas kita tangani semuanya satu per satu,” ujarnya.
Kapolri menekankan, Polri akan menindaklanjuti kasus tewasnya pengemudi ojol tersebut, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, kericuhan yang terjadi di Mako Brimob Kwitang juga akan ditangani secara serius.
“Saya kira proses akan selalu ada. Yang jelas evaluasi terus akan kita lakukan. Sekali lagi, mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Jenderal Listyo.
Sebelumnya, demo sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh. Dalam kerusuhan itu, seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas rantis Brimob hingga meninggal dunia.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyampaikan bahwa pihaknya tengah memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam kendaraan rantis tersebut.
“Ketujuh anggota itu saat ini diperiksa. Mereka masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J,” kata Irjen Abdul Karim.

