Arsip foto - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am.
JAKARTA, (ERAKINI)-Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dikait-kaitkan dengan isu Munaslub Partai Golkar yang ramai sejak beberapa waktu yang lalu.
Luhut, panggilan akrab Luhut Binsar Panjaitan, diisukan sebagai orang yang ada di balik upaya pelengseran Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai . Luhut juga diwacanakan akan menjadi Ketua Umum Partai menggantikan Airalngga Hartarto.
Hal ini sebagaimana yang dilaporkan Majalah Tempo edisi Minggu 23 Juli 2023. Majalah itu menuliskan, isu Munaslub muncul usai politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai bertemu dengan Luhut, Jumat (7/7/2023) sore.
Kepada Tempo, Selasa (18/7/2023), Yorrys mengatakan bahwa dalam pertemuannya bersama tokoh senior Golkar itu, Luhut menyampaikan pandangannya terkait sejumlah masalah yang dihadapi Partai Golkar sejak kepemimpinan Airlangga Hartarto tahun 2017.
Sebagai contoh, tahun 2019 perolehan kursi di DPR menyusut menjadi 85 kursi. Begitupun dengan jumlah kepala daerah yang menurun.
Yorrys menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Luhut banyak memberi arahan khusus mengenai Golkar, termasuk wacana menggantikan posisi Airlangga. "Pak Luhut minta Airlangga diganti," kata Yorrys.
Ditemui terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, enggan menanggapi pertanyaan media terkait namanya yang diseret dalam isu Munaslub Golkar dan wacana dirinya yang akan menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.
"Kita lihat saja lah. Saya enggak terlalu ngurusin itu kok," kata Luhut ketika ditemui wartawan di Menara Danareksa, Senin (24/7/2023).
Sebagaimana diketahui, menjelang deklarasi dukungan untuk calon presiden 2024, Partai Golkar justru digoyang Musyawarah Luar Biasa (Munaslub). Agenda partai yang bersifat darurat ini dinilai sebagai upaya mengalihkan dukungan Partai Golkar yang semakin menguat ditujukan kepada salah satu bakal capres tertentu, sekaligus untuk mengganti posisi ketua umum yang saat ini dijabat oleh Airlangga Hartarto.
Kabar ini mencuat setelah Dewan Pakar Partai Golkar menggelar rapat internal di kediaman Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, Minggu (8/7/2023) dan diperkuat oleh pernyataan salah seorang anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam.
Ridwan Hisjam menuturkan, salah satu materi yang dibahas dalam rapat internal Dewan Pakar Partai Golkar itu ialah terkait keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar Tahun 2019 yang memutuskan Airlangga Hartarto sebagai bakal capres usungan Partai Golkar.
"Jadi, munaslub dalam rangka mengubah keputusan bahwa Airlangga bukan calon presiden, bisa calon lain kan. Apakah yang lainnya, saya enggak sebut nama. Nah, itu bisa juga," kata Ridwan, kemarin.
Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan peluang munaslub untuk mencopot Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
"Karena munaslub, maka pergantian ketua umum bisa mengarah ke sana, tergantung pemilik suara," ujarnya.
Ketua Umum (Ketum) Partai GolkarAirlangga Hartarto membantah akan ada Munaslub untuk menggantikan posisinya sebagai Ketua Umum. Begitupun dengan perubahan usungan Partai Golkar. Saat ini, Partai Golkar masih konsisten mengusungnya sebagai bakal calon presiden 2024.
"Tidak ada, agendanya bukan itu," kata Airlangga di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Menurut Airlangga, Rapat Dewan Pakar Partai Golkar yang digelar pada Minggu (9/7) bukan membahas rencana mengganti dirinya sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2024 dan sebagai Ketua Umum Golkar. Airlangga menegaskan internal Golkar solid. Pertemuan Dewan Pakar pada Minggu malam, kata dia, bukan forum tertinggi partai.
"Forum tertinggi rakernas (rapat kerja nasional), rapim (rapat pimpinan), dan munas (musyawarah nasional)," kata Airlangga.