Menag Jelaskan Maksud Beragama melalui Politik
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menjelaskan maksud beragama melalui politik. Menurut Menag, hal ini dimaknai bahwa agama dijadikan subjek, sementara objeknya adalah politik itu sendiri.
“Mari kita beragama melalui politik, artinya agama dijadikan subjek, sementara politik itu hanya objek,” kata Gus Yaqut saat sambutan di acara launching logo dan tema hari santri 2023 di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2023).
Menag menjelaskan, orientasi ketika agama menjadi subjek dan politik menjadi objek yaitu keuntungan dan kebaikan bagi masyarakat sehingga mendapatkan ridha dari Allah SWT. Menurut pria yang biasa disapa Gus Yaqut ini, ketika seseorang mau terjun ke dunia politik harus sejalan dengan nilai-nilai agama.
“Sehingga apapun yg kita perjuangkan dalam wilayah politik semata-mata mengharapkan ridha Allah. Tentu melalui wasilah kesejahteraan kebaikan dan keuntungan-keuntungan yang itu didapatkan masyarakat bukan diri kita sendiri,” pungkasnya.
Sebelumnya, jelang tahun politik 2024, Menag Yaqut juga mengimbau masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang memecah belah umat.
"Harus dicek betul. Pernah nggak calon pemimpin kita, calon presiden kita ini, memecah-belah umat. Kalau pernah, jangan dipilih," ujar Menag Yaqut di Garut, Minggu (3/9/2023) lalu.
Menag meminta masyarakat tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan.

















