Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mendapatkan penghargaan dari Forum Ekonomi Pesantren Indonesia (FEPI) dan dinobatkan sebagai Pelopor Kemandirian Pesantren Indonesia dalam acara Gebyar Expo Kemandirian Pesantren di Trans Studio Mal Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2024). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad)
BANDUNG, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) RI mendapatkan penghargaan dari () dan dinobatkan sebagai Pelopor Pesantren Indonesia.
“Sejak kepemimpinan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama, pesantren betul-betul mendapat perhatian yang luar biasa sehingga 3.600 pesantren menerima bantuan inkubasi bisnis. Hari ini Gus Yaqut, tidak ada alasan lain, kami ingin menganugerahkan kepada Gus Yaqut sebagai Pelopor Kemandirian Pesantren Indonesia,” kata Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia (FEPI) Badrus Syamsi dalam acara Gebyar Expo Kemandirian Pesantren di Trans Studio Mal Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2024).
Dalam momen itu, Gus Yaqut juga dihadiahi salah satu produk original dari Pondok Pesantren Edi Mancoro berupa jaket yang menjadi salah satu contoh penerima inkubasi di tahun 2021. Gus Yaqut pun langsung mengenakan produk tersebut di depan para peserta acara pembukaan Gebyar Expo Kemandirian Pesantren tersebut.
“Edi Mancoro ini produknya sudah melanglang buana di Indonesia, bahkan nanti rencana insyaAllah akan kita kirim ke luar negeri untuk ekspor produk-produknya,” katanya.
Menurut pihak FEPI, expo ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring antarpesantren. Ia berharap agar pesantren tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang mampu bersaing.
“Dengan kolaborasi yang kuat, pesantren dapat memperluas pasar produknya dan bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” jelasnya.
Dengan antusiasme yang tinggi dari pesantren dan pengunjung, expo ini menjadi landasan kuat bagi pesantren untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk unggulannya. Kemandirian pesantren bukan lagi sekadar visi, tetapi kini menjadi kekuatan baru dalam membangun ekonomi bangsa.
Menag Yaqut pun juga turut menyambangi satu persatu booth untuk melihat langsung produk-produk andalan dari berbagai badan usaha pesantren di Indonesia tersebut. Di arena pameran, Menag tampak mengamati serius berbagai produk yang menjadi keunggulan tiap pesantren. Gus Men juga berdialog dengan ramah dengan pengasuh atau pengelola badan usaha milik pesantren tersebut.
Program Kemandirian Pesantren bertujuan untuk menguatkan basis ekonomi pesantren melalui inkubasi bisnis yang didukung Kemenag. Pesantren, dengan keragaman dan keunikannya, merupakan salah satu potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia.
Adapun Expo Kemandirian Pesantren ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri 2024 yang digelar Kemenag mulai 8-12 Oktober 2024. Kegiatan ini diikuti total 55 booth, di mana 51 booth merupakan produk bisnis pesantren. Expo ini menjadi ajang silaturahmi bagi para penerima bantuan inkubasi bisnis pesantren Kemeng untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Selain itu, expo ini juga jadi ajang untuk menunjukkan hasil usaha pesantren kepada khalayak luas.