2.067 Ponpes Terima Manfaat Program Kemandirian Pesantren Kemenag
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Kementerian Agama (Kemenag) terus memacu berbagai pogram untuk memberdayakan pondok pesantren (ponpes) di berbagai penjuru Indonesia.
Di antara program yang diusung untuk memandirikan pesantren tersebut adalah berupa inkubasi bisnis. Pada 2023, tercatat sudah ada 2.067 ponpes yang menjadi sasaran program tersebut. Di tahun 2024, jumlah penerima ditargetkan bertambah banyak menjadi hingga 5.000 ponpes.
Pada Sabtu (16/12/2023) Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan 2.000 pengasuh ponpes penerima manfaat program Kemandirian Pesantren dari seluruh penjuru Indonesia di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan itu dikemas dalam Sarasehan Peningkatan Kemandirian Pesantren
Menag Yaqut mengatakan, kemandirian pesantren adalah program wajib lantaran telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemandirian Pesantren juga mandat dari Undang-undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Di Kemenag, Kemandirian Pesantren menjadi salah satu program prioritas yang digulirkan sejak 2021. Untuk mewujudkannya, Kemenag antara lain merilis Pesantrenpreneur dan Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP).
"Presiden Jokowi mengamanatkan kepada saya untuk setidaknya sampai tahun 2024 ada 5.000 pondok pesantren yang sudah dimandirikan. Sudah ada sekitar 2.067 penerima yang hadir pada siang hari ini. Ini adalah wujud perhatian pemerintah kepada pondok ," ungkap Gus Men, panggilan akrabnya.















