Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat menerima kenang-kenangan dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al-Rabiah di kantor dagang Arab Saudi, Makkah, Senin (16/2/2026). (Foto: Kemenhaj)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menggelar pertemuan eksklusif dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al-Rabiah di kantor dagang Arab Saudi, Makkah, Senin (16/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung hingga Selasa (17/2/2026) itu menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
“Saya Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Indonesia dan Taufiq F Arrabiah Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia bersepakat memperkuat kerja sama dalam memberikan pelayanan secara maksimal pada tamu Allah baik haji maupun umrah,” ujar Gus Irfan dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Gus Irfan menyampaikan, kesuksesan dalam melayani tamu Allah menjadi tanggung jawab bersama kedua negara. Karena itu, berbagai kendala dalam persiapan penyelenggaraan haji 2026 atau 1447 Hijriah akan diinventarisasi untuk dicarikan solusi bersama.
Beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain layanan aplikasi Nusuk, penyediaan dam, akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, serta aspek pelayanan lainnya.
“Kami sepakat untuk fokus menyukseskan penyelenggaraan haji 2026. Tidak ada agenda lain selain memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” kata Gus Irfan.
Pertemuan dua hari itu diawali dengan simposium atau lokakarya yang mempertemukan asosiasi travel Indonesia dengan syarikah Arab Saudi. Dalam forum tersebut, masing-masing pihak membahas peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Selain isu haji dan umrah, Gus Irfan juga berharap hubungan kedua negara dapat diperluas, termasuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia.
Dalam pembahasan integrasi sistem dan berbagi data haji dan umrah, kedua menteri juga sepakat untuk mengembangkan sistem yang terintegrasi guna mempermudah layanan serta meningkatkan kenyamanan dan perlindungan jemaah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Taufiq F Arrabiah menegaskan pentingnya keberhasilan bersama.
“Your success, my success, we must be success,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Pada akhir pertemuan, Gus Irfan menyerahkan sejumlah catatan dan poin rekomendasi kepada Menhaj Taufiq sebagai bahan perhatian dalam upaya penyempurnaan layanan bagi tamu Allah.
Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan rihlah atau jaulah ke sejumlah lokasi bersejarah di dua kota suci seperti kunjugnan ke tempat pameran Arsitektur 2 Masjid Suci dan Distrik Budaya Hira.