Menag RI Nasaruddin Umar menutup Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan MQK Internasional pertama yang digelar di Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (6/10/2025) malam. (Foto: Kemenag)
WAJO, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak ribuan santri dan masyarakat untuk mendoakan para korban musala yang ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Ajakan itu disampaikan saat menutup Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan MQK Internasional pertama yang digelar di Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (6/10/2025) malam.
Melalui sambutan virtual, Nasaruddin menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tragis yang merenggut puluhan nyawa santri tersebut.
“Seluruh anak-anak kita yang menjadi korban di pondok pesantren di Jawa Timur sudah dipulangkan, kecuali yang belum teridentifikasi. Mari kita doakan mereka, mari kita doakan diri sendiri, semoga Allah mengabulkan doa kita semua,” ujar Nasaruddin.
Ia juga memanjatkan doa khusus bagi para santri yang meninggal dunia dalam peristiwa itu.
“Kepada malaikat-malaikat kecil, terimalah mereka di sisi-Mu ya Allah. Anak-anak ini berangkat dengan niat tulus menuntut ilmu dan Engkau jemput dalam keadaan husnul khatimah,” ucapnya dengan suara haru.
“Ya Allah, siapa yang akan Engkau masukkan ke surga-Mu jika bukan mereka. Mereka masih kecil, tanpa dosa, dan meninggal dalam keadaan salat. Berikanlah ketabahan bagi orang tua dan keluarga mereka,” lanjutnya.
Doa tersebut diikuti suasana hening di lokasi acara. Ribuan peserta MQK tampak menundukkan kepala dan mengaminkan doa sang Menteri.
Acara penutupan MQK juga dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno, Bupati Wajo Andi Rosman, Dewan Hakim, serta perwakilan dari 10 negara peserta. Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan MQK.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak. Wajo sudah sangat layak menjadi tuan rumah even nasional dan internasional. Semoga kegiatan ini berkesan dan semakin mempererat silaturahmi,” katanya.
Sebelumnya, ribuan santri Pesantren As’adiyah bersama peserta MQK dan masyarakat Wajo juga menggelar istighatsah untuk mendoakan para korban tragedi ambruknya musala di Pesantren Al Khoziny.
Sebagai informasi, musala di Pesantren Al Khoziny ambruk pada 29 September 2025 saat para santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah. Peristiwa itu menyebabkan 65 orang meninggal dunia dan lebih dari seratus lainnya selamat.
Sehari setelah kejadian, Menag Nasaruddin meninjau langsung lokasi musibah, menyampaikan duka kepada keluarga korban, serta menyalurkan bantuan senilai Rp610 juta.
Ia juga meminta Kanwil Kemenag Jawa Timur melakukan langkah-langkah proaktif untuk membantu penanganan korban.