Satgas Manggala Agni Kabupaten Toba memadamkan api yang membakar tujuh hektar lahan di Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara pada Jumat (11/7/2025). (Foto: BPBD Kabupaten Toba).
JAKARTA, (ERAKINI) – Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, terhitung sejak Sabtu (12/7/2025) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (13/7/2025) pukul 07.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan enam kejadian bencana baru yang berdampak signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari. Ia kemudian merinci keenam tersebut.
Salah satu peristiwa pertama adalah kekeringan yang melanda Dusun Sejagir, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, daerah tersebut mengalami krisis air bersih, mengakibatkan 36 kepala keluarga (sebanyak 108 jiwa) terdampak. Untuk membantu masyarakat, BPBD Kabupaten Purworejo mengirimkan bantuan air bersih sebanyak dua truk tangki dengan total volume mencapai 10.000 liter.
Masih dalam kategori hidrometeorologi kering, kebakaran lahan terjadi di Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Jumat (11/7/2025). Sekitar tujuh hektare lahan terbakar sebelum berhasil dipadamkan oleh tim BPBD bersama unsur terkait pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB.
Sementara itu, angin kencang disertai hujan mengguncang Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Sabtu (12/7/2025). Cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan pada 46 rumah warga dan mencederai dua orang akibat tertimpa puing bangunan. Saat ini, korban tengah dirawat di RSUD Sultan Sulaiman. Tim dari BPBD telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan dan memberikan penanganan awal.
Di Riau, cuaca buruk juga melanda Kabupaten Rokan Hulu. Hembusan angin kencang merusak total 73 rumah. Dari jumlah tersebut, 19 rumah mengalami kerusakan berat, 24 unit rusak sedang, 23 lainnya rusak ringan, dan 7 rumah masih dalam proses klasifikasi kerusakan. Tak hanya pemukiman, fasilitas umum seperti sekolah, kantor, dan masjid juga terdampak. Proses evakuasi, pembersihan puing, serta pemotongan pohon tumbang masih berlangsung hingga kini.
Fenomena banjir pun turut dilaporkan meskipun berada di musim kemarau. Hujan deras yang mengguyur Kota Palu, Sulawesi Tengah, sejak Sabtu (12/7/2025) memicu banjir di tiga kecamatan: Palu Barat, Palu Timur, dan Palu Selatan. Sebanyak 111 rumah terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Namun saat ini, kondisi genangan air dikabarkan mulai berangsur surut.
Memasuki musim kemarau, Indonesia mulai menghadapi bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Meski demikian, beberapa wilayah masih rawan mengalami bencana seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor akibat hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Data terakhir menunjukkan bahwa baru sekitar 30% zona musim di Indonesia benar-benar masuk fase kemarau. Sisanya, termasuk sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari mendatang.
Menyikapi kondisi ini, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis ancaman bencana. Untuk risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta wilayah Nusa Tenggara dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap api karena kondisi lapisan tanah yang sangat mudah terbakar.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat diimbau agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas luar ruangan. Ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon, bangunan tua, atau dekat tebing yang berisiko longsor.