Nama Nusron Wahid muncul dalam struktur kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto: DPR RI/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Nusron Wahid muncul dalam struktur kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Dari daftar yang beredar, Nusron Wahid disebut akan menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Sejak pekan lalu, nama-nama calon menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi negara setara menteri atau kepala lembaga dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029 mulai beredar di media sosial. Dari daftar yang beredar, nama Nusron Wahid salah satunya yang diplot mengisi KSP
Meskipun demikian, susunan kabinet tersebut hingga saat ini masih hanya sebatas rumor politik. Baik Prabowo maupun Gibran belum memberikan informasi resmi terkait calon-calon menteri mereka.
Nusron Wahid juga menyadari bahwa penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Karena itu, ia sepenuhnya menyerahkan keputusan calon-calon menteri kepada Prabowo-Gibran.
Jika melihat rekam jejak Nusron Wahib, politisi Partai Golkar itu memiliki peluang mengisi jabatan menteri. Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (14/5/2024), Nusron Wahib merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar. Ia menjabat Ketua Bidang Koperasi dan UKM DPP Partai Golkar periode 2019-2024.
Pada Pemilu 2024, Nusron Wahid awalnya ditunjuk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar. Namun dalam perjalanannya, Partai Golkar menunjuk Nusron Wahid sebagai perwakilan di Tim Kampanye Nasional (TPN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Dalam susunan struktur TKN Prabowo-Gibran , Nusron Wahid mendapat posisi sangat strategis, yakni sekretaris utama. Di posisi ini, Nusron dikenal allout meng-counter isu-isu negatif terkait pasangan Prabowo-Gibran. Termasuk menanggapi isu dan menuver politik dari kubu kandidat capres dan cawapres 01 maupun 03.
Nusron Wahid adalah seorang politikus yang cukup berpengalaman di birokrasi. Ia telah menjadi anggota DPR RI sejak tahun 2019. Di DPR RI, Nusron ditempatkan di Komisi VI, yang mengawasi kebijakan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Standarisasi Nasional.
Pada periode 2014- 2019, ia menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Lahir di Kota Kudus pada 12 Oktober 1971, Nusron Wahid telah aktif dalam berorganisasi sejak menjadi mahasiswa. Saat itu, dia dikenal sebagai seorang aktivis.
Sebelum terjun ke dunia politik, Nusron Wahid pernah menjadi peneliti di Lembaga Studi Mahasiswa Prasetya UI dan kemudian menjadi Ketua Suara Mahasiswa UI. Pada tahun 1998 hingga 2000, dia menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian dan SDM PC NU DKI Jakarta.
Berdasarkan data dari laman resmi DPR RI, Nusron Wahid telah aktif sebagai peneliti dan wartawan sejak masih menjadi mahasiswa UI. Antara tahun 1995 dan 1999, dia menjadi peneliti di Lembaga Pratama Pembangunan VI dan juga bekerja sebagai wartawan untuk surat kabar nasional Bisnis Indonesia.
Kemudian, pada tahun 2000 dan 2001 Nusron Wahid ditunjuk sebagai staf ahli di Kementerian BUMN. Ia melanjutkan kariernya sebagai staf ahli di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.
Selain itu, Nusron pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian dan SDM di PC NU pada tahun 1998-2000, dan dipercaya sebagai Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada tahun 2000-2003.
Setelah itu, dia terjun ke dunia politik sebagai pengurus DPP Partai Golkar pada tahun 2004. Pada tahun pertamanya tersebut, Nusron Wahid menjabat sebagai Koordinator Bidang Agama DPP Partai Golkar.
Tidak lama kemudian, Nusron Wahid terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2004, dan kembali terpilih untuk periode 2009-2014.
Pada saat yang sama, antara tahun 2005 dan 2010, Nusron Wahid menjabat sebagai Ketua Yayasan Mata Air, dan setahun kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor periode 2011-2016.
Nusron terpilih sebagai Ketua Umum GP Ansor setelah melewati pemilihan yang sengit, dengan dua putaran. Pada putaran pertama, ada 10 kandidat yang maju.
Hasilnya, Nusron memperoleh 257 suara, sedangkan di urutan kedua Marwan Ja'far mendapatkan 183 suara. Setelah putaran kedua, Nusron Wahid terpilih sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dengan perolehan 345 suara dari total 506 suara. Di era inilah nama Nusron Wahib kian dikenal publik dan kariernya semakin moncer.
Nusron Wahid sempat menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2022-2027. Namun pada September 2023 posisinya digeser menjadi ketua.
Selanjutnya, pada akhir Desember 2023 Nusron diberhentikan dari jabatan itu lantaran menjabat sebagai Ketua Bapilu Golkar. Sesuai aturan organisasi, pengurus harian PBNU tidak boleh rangkap jabatan dengan jabatan di parpol.
Riwayat Pendidikan:
MI Miftahul Thalibin, Kudus: Tahun 1979-1985
MTS Qudsiyyah, Kudus: Tahun 1987-1990
MA Qudsiyyah, Kudus: Tahun 1990-1993
Ilmu Budaya, Universitas Indonesia: Tahun 1993-1998
Ekonomi, Institut Pertanian Bogor: Tahun 2007-2011
Perjalanan Karier:
Kepala BNP2TKI (2014-2019)
Anggota DPR RI/Anggota Badan Legislatif (2011-2013)
Anggota DPR RI (2009-2014)
Anggota DPR RI (2004-2009)
Staf Ahli Setjen Kementerian Keuangan (2001-2002)
Konsultan Peneliti PT Arzka Dian Kobar (2000-2002)
Staf Ahli Kementerian BUMN (2000-2001)
Dosen UI (1996-1997)
Wartawan Bisnis Indonesia (1995-1999)
Peneliti Lembaga Pratana Pembangunan VI (1995-1999)
Pengalaman Organisasi:
Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (2012-2019) Ketua Umum GP Ansor (2011-2016)
Ketua Yayasan Mata Air (2005-2010)
Koordinator Bidang Agama DPP Partai Golkar (2004-2009)
Presidium Pusat Analisis Ketahanan Kepatriotan (2003)
Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (2000-2003)
Ketua Lembaga Kajian dan SDM PCNU Depok (1998-2000)
Ketua Lembaga Kajian dan SDM PUNU DKI Jakarta (1998-2000)
Ketua Suara Mahasiswa UI (1997)
Peneliti Lembaga Studi Mahasiswa Prasetya UI (1996)